Breaking News:

Virus Corona Masuk Kalbar

Pendapatan Menurun, Swiss-Belinn Hotel Singkawang Lakukan Efisiensi di Tengah Wabah Covid-19

Apapun yang pemerintah anjurkan akan diikuti dengan mempertimbangkan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Head Office.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Swiss-Belinn Singkawang
Housekeeping tim membersihkan seluruh area yang sering disentuh oleh tamu secara rutin di Swiss-Belinn Singkawang, Komplek Singkawang Grand Mal, Jalan Alianyang, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Minggu (5/4/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Wabah virus corona yang mendunia membuat aktivitas bisnis terganggu, tak terkecuali sektor perhotelan.

Sama seperti di daerah lain, saat ini keadaan bisnis Pariwisata khususnya Perhotelan di Kota Singkawang sangat mengalami penurunan occupancy (hunian) hingga hari ini.

"Beberapa even yang sudah confirm pun terpaksa harus diundur hingga waktu yang belum ditentukan demi mengurangi tingkat penularan wabah Covid-19 dan juga demi mendukung anjuran dari pemerintah," kata General Manager Swiss-Belinn Singkawang, Thomas Dananjaya, Minggu (5/4/2020).

KISAH Driver Ojol Pontianak, Berjuang Kerja Hingga 12 Jam Demi Dapat Orderan di Tengah Wabah Corona

Supaya mampu bertahan, manajemen melakukan beberapa plan efisiensi untuk tetap bertahan di situasi saat ini, contoh seperti memberdayakan seluruh team untuk membentuk "Saving Committee" yang bertujuan untuk lebih bertanggung jawab atas area kerja masing-masing sehingga penggunaan listrik, air, dan lain-lain dapat lebih maksimal serta cukup untuk kebutuhan operasional Hotel.

Dengan adanya 2 tower yang berbeda juga membuat manajemen untuk melakukan penjualan fokus pada 1 tower saja sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik untuk para tamu yang hingga saat ini masih menginap di Swiss-Belinn Singkawang.

Melihat kondisi bisnis yang tidak bisa dipungkiri bahwa mengalami penurunan cukup signifikan dan mengakibatkan revenue (pendapatan) hotel jauh dari target semula, maka berdasarkan keputusan owning company agar hotel tetap bisa beroperasi diperlukan pembatasan biaya operasional termasuk di dalamnya biaya energi listrik, air, gas dan gaji karyawan.

Dalam hal pengaturan kerja karyawan melalui kesepakatan bersama antara manajemen dan setiap karyawan melakukan pembatasan jumlah hari kerja dan jumlah karyawan yang bekerja dimana setiap karyawan bergantian mengambil cuti.

Manajemen berharap pandemik ini akan segera teratasi sehingga bisnis dapat kembali bangkit seperti sebelumnya. Jika kondisi masih sama, maka manajemen akan terus berupaya untuk memaksimalkan planning yang lain agar dapat tetap bertahan dan beroperasional.

Apapun yang pemerintah anjurkan akan diikuti dengan mempertimbangkan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Head Office.

Manajemen pun melihat bahwa pemerintah juga sudah mencoba ikut andil dengan memberikan beberapa keringanan bagi warga yang saat ini sedang tidak bekerja seperti sediakala, yang mana itu sudah sangat membantu karyawan-karyawan hotel yang saat ini belum bisa kembali bekerja seperti sediakala.

"Kami hanya mengharapkan yang terbaik untuk seluruh bisnis di dunia agar dapat kembali bangkit bersama," harapnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved