Virus Corona Masuk Kalbar

Cegah Covid-19, PT Agro Andalan Lakukan Berbagai Upaya di Kabupaten Sekadau

Diketahui PT Agro Andalan (Aan) memiliki tanggung jawab terhadap 9 desa di kabupaten Sekadau, dan seluruhnya telah mampu di cover dengan baik.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Cegah penyebaran Covid-19 di wilayah kerja, PT Agro Andalan lakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat di Kecamatan Sekadau Hulu, Sekadau, Kalbar, Minggu (5/4/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Cegah penyebaran Covid-19 di wilayah kerja, PT Agro Andalan lakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat di Kecamatan Sekadau Hulu, Sekadau, Kalbar, Minggu (5/4/2020).

Asisten kepala (Askep) PT Agro Andalan, Marsel menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan pihaknya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat atas adanya Pandemik Covid-19.

"Sudah sejak beberapa hari yang lalu PT Agro Andalan melalukan berbagai tindakan seperti himbauan berupa spanduk, sosialisasi menggunakan pengeras suara, penyemprotan disinfektan, pengadaan wastafel di tempat umum, dan pengadaan rumah bilas bagi para driver," jelas Marsel.

Bupati Sambas Pantau Harga Barang Kebutuhan Pokok di Sejumlah Pasar Tradisional

Diketahui PT Agro Andalan (Aan) memiliki tanggung jawab terhadap 9 desa di kabupaten Sekadau, dan seluruhnya telah mampu di cover dengan baik.

"Kita himbau warga untuk jaga kebersihan, tidak berkumpul dalam jumlah banyak, kontak fisik harus di kurangi dan jaga jarak," kata Marsel.

Sementara untuk penyemprotan, dilakukan di fasilitas umum milik setiap desa, serta wastafel. Seperti di kantor desa, tempat ibadah.

"Untuk di pabrik juga telah disiapkan wastafel dan rumah bilas bagi para driver yang mengangkut TBS, yang jumlahnya saat ini ada 5 unit rumah bilas," pungkasnya.

Selain itu PT Aan juga sudah tidak memperbolehkan adanya keluar masuk orang dari luar dan dalam wilayah pabrik.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisir kontak langsung antara karyawan dan orang dari luar Sekadau.

"Sekarang kalau rapat atau agenda lainnya kita tunda dulu. Kalaupun mendesak kita by phone saja."

"Masyarakat juga sudah bergilir melaksanakan adat tolak bala sehingga aktivitas keluar masuk desa sudah berkurang," tutupnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved