Virus Corona Masuk Kalbar

Terapkan Buka Tutup Jalan, Ini Alasan Wali Kota Pontianak Batasi Aktivitas Jalan Gajah Mada

Kepada Tribun, Edi Kamtono menyampaikan bahwa bukan tanpa alasan pihaknya memutuskan kan hal tersebut.

TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Suasana Jalan Gajah Mada Pontianak di kala diterapkannya pembatasan aktivitas oleh Pemerintah Kota Pontianak, Sabtu (4/4/2020) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejak tanggal 2 April 2020, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono memutuskan untuk membatasi aktifitas di Jalan Gajah Mada Pontianak guna mencegah penyebaran virus Corona.

Kepada Tribun, Edi Kamtono menyampaikan bahwa bukan tanpa alasan pihaknya memutuskan kan hal tersebut.

"Ini kita batasi, bukan kita matikan perekonomian aktivitas yang ada dijalan tersebut, jalan Gajahmada itu masih bisa di akses melalui jalan Tanjungpura maupun WR Supratman, yang kita tutup hanya dari jalan Diponegoro dan jalan veteran pahlawan, tapi kalau mau masuk harus dari jalan - jalan yang lain," ujar Edi, Sabtu (4/4/2020).

IA menyampaikan bahwa Gajah Mada merupakan simbol pusat perekonomian di Kota Pontianak oleh sebab itu, pembatasan di lakukan agar dapat memberikan dampak efek psikologis kepada masyarakat Pontianak.

Peduli Covid-19, Maria Lestari Serahkan Bantuan Masker Hingga Fasilitas Cuci Tangan

"Secara psikologis kita ingin mengajak warga di daerah lain untuk membatasi diri, ya lebih baik dirumah. oleh sebab itu kita bersama Forkompinda kita mendukung sosial / psical distancing."

"Kalau kita tidak berbuat ini maka Ini tidak ada efek psikologis untuk bagaimana penerapkan sosial / psical distancing, itu tujuannya,"jelas Edi.

Terkait sampai kapan pembatasan ini dilakukan, Edi masih belum memastikan.

"Pertanyaannya sampai kapan? Ya kita terus evaluasi efektif tidaknya, terus perkembangan virus ini sampai sejauh mana, pastinya kita ingin secepatnya virus ini cepat berlalu," kata Edi.

Atas pembatasan ini, Edi berharap para pengusaha di kawasan Gajah Mada memaklumi hal tersebut guna kebaikan bersama, serta Penurunan daya beli menurutnya bukan hanya terjadi di kawasan tersebut namun merata di seluruh Pontianak.

"Bukan kita tidak sedih bila melihat lain - lain itu terganggu, saya sebagai walikota juga tidak ingin hal itu, tapi ini musibah bukan hanya nasional namun juga Dunia,"tuturnya.

Disampaikannya, bila mana terdapat PKL yang terdampak ia mempersilahkan untuk mendaftar kan diri ke dinas terkait.

"Kita ada bantuan sembako dan sebagainya, dan bila ada pedagang kali lima yang terdampak akan kebijakan kita, kita secara perlindungan sosial kita lakukan upaya juga,"jelas Edi. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ferryanto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved