Tribun Pontianak Wiki

Profil Kabupaten Melawi, Nama Asal hingga Cerita Menarik Peperangan di Masa Kerajaan

Kabupaten Melawi merupakan salah satu diantara 11 Kabupaten yang berada di Kalimantan Barat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Lambang Kabupaten Melawi 

TRIBUNNEWSWIKI, PONTIANAK - Kabupaten Melawi merupakan salah satu kabupaten yang ada di Kalimantan Barat.

Kabupaten Melawi dilewati oleh tiga sungai, yaitu Sungai Kayan, Sungai Melawi dan Sungai Pinoh.

Kabupaten Melawi merupakan salah satu diantara 11 Kabupaten yang berada di Kalimantan Barat.

Kabupaten Melawi dengan Ibukotanya Nanga Pinoh menyimpan berbagai cerita menarik mulai dari asal nama Nanga Pinoh serta peperangan yang terjadi antar kerajaan sebelum kemerdekaan Indonesia atau lebih tepatnya sebelum diproklamirkan Kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 oleh Bung Karno (Ir. Soekarno) dan Bung Hatta (Moch. Hatta).

Dahulu dikenal sebagai daerah Melawai (alias Lawai). Daerah aliran sungai Pinoh merupakan termasuk wilayah Kerajaan Kotawaringin.

Kontrak 1756, Sultan Tamjidullah I dari Banjarmasin dengan VOC-Belanda mendaftarkan Melawai (alias Melawi) dalam wilayah pengaruh Kesultanan Banjarmasin.

Tanggal 1 Januari 1817 Raja Banjar Sultan Sulaiman menyerahkan Sintang dan Melawi (disebut dengan nama Lawai) kepada Hindia Belanda. Tanggal 4 Mei 1826, Sultan Adam dari Banjarmasin menyerahkan Lawai (alias Melawi) kepada Hindia Belanda.

Melawi berbatasan dengan Kecamatan Dedai (Kabupaten Sintang), di sebelah Utara, berbatasan dengan Kecamatan Tumbang Selam, Provinsi Kalimantan Tengah, di sebelah Selatan, dengan Kecamatan Serawai (Kabupaten Sintang), di sebelah Timur dan dengan Kecamatan Sandai (Kabupaten Ketapang) di sebelah barat.

Ibukota kabupaten Melawi adalah Nanga Pinoh, yang biasa dikenal dengan sebutan Kota Juang. Seperti Kabupaten-Kabupaten lain, di Kabupaten Melawi juga terdapat peninggalan-penilnggalan sejarah. Perjuangan para tokoh masyarakat juga berperanan di dalam perjuangan memperebut kemerdekaan dari tangan penjajahan Belanda maupun Penjajahan Jepang.

Dikatakan bahwa di Melawi banyak terdapat pertumpahan darah akibat peperangan melawan Penjajahan. Hal ini terbukti dengan adanya Benteng bekas pertahan pemerintahan Belanda di pantai sungai Pinoh tepatnya Desa Tanjung Niaga.

Halaman
1234
Penulis: Maskartini
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved