Minta Masyarakat Tak Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19, Sukiryato: Penolakan Menambah Luka Kita

Sukiryanto meminta warga untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak benar.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA/Boby
Satu diantara Anggota DPD RI dapil Kalbar, H. Sukiryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Maraknya penolakan jenazah covid-19 di beberapa daerah dikhawatirkan akan memprovokasi daerah lain khususnya Kalimantan Barat untuk melakukan hal yang sama.

Maka ditengah pandemi covid-19 ini diharapkan pihak-pihak terkait untuk mangantisipasi hal tersebut agar tidak terjadi.

Sukiryanto meminta warga untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh berita-berita yang tidak benar.

Tentunya, ia menilai jika jenazah covid-19 sudah dilakukan langkah-langkah yang sesuai dengan SOP dalam hal penanganan jenazah yang terpapar oleh wabah agar tidak menyebabkan penyebaran lanjutan pada lingkungannya.

Dalam hal ini pihak kepolisian diharapkan untuk tegas pihak-pihak yang memprovokasi warga untuk menolak jenazah covid-19 ini dan berharap pihak kecamatan, kelurahan, desa untuk mengedukasi para warganya agar penolakan ini tidak terjadi.

Sukiryanto Berbela Sungkawa Meninggalnya H Sulaiman, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum

"Penolakan ini menambah luka kita di tengah musibah yang melanda negeri ini," ujar Sukiryanto, Sabtu (04/04/2020).

Ia berharap masyarakat tidak melakukan penolakan tanpa alasan yang jelas, selama pada jenazah tersebut telah dilakukan penanganan yang sesuai dengan SOP.

"Pemerintah dalam hal ini Gubernur, Wali Kota, dan Bupati juga harus mempersiapkan skenario terburuk dalam kasus ini, misalnya dengan mempersiapkan tanah makam khusus. Tapi hal ini sangat-sangat tidak diharapkan, karena akan menimbulkan efek sosial yang sangat besar," twrangnya.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah diharapkan dalam mensosialisasikan pencegahan penyebaran virus, juga menginformasikan bahwa terhadap korban meninggal dunia akibat covid-19 telah dilakukan SOP dalam penganganannya sehingga kemungkinan penyebaran oleh jenazah terhadap lingkungan makam tidak dimungkinkan.

Lebih lanjut, Ketua IKBM Kalbar ini pun menegaskan bahwa penyebaran yang lebih berbahaya itu ketika banyaknya warga yang tidak mengindahkan imbauan pemerintah untuk tetap berada dirumah, tidak berkumpul dan sebagainya daripada jenazah covid-19, yang mana penanganan jenazah covid-19 telah dilakukan sesuai dengan prosedur.

"Kota Pontianak telah dikategorikan local transmitting makin tinggi interaksi masyarakat, makin banyak masyarakat yang berkumpul-kumpul, ini akan meningkatkan presentase kemungkinan virus ini menyebar," tukas pria yang murah senyum ini.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved