Wabah Virus Corona

Lawan Covid 19, Marcos Tjung Produksi 1000 pcs Masker Kain saat Masa Karantina Mandiri di Jakarta

Tidak mudah memang melakukan karantina diri dan tetap berada dirumah, apalagi bagi seseorang yang menjalankan aktivitas diluar rumah

IST
Produser sekaligus penyanyi Mandarin Asal Kalbar Marcos Tjung 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tetap berada di rumah pada masa pandemi covid 19 merupakan pilihan terbaik untuk dilakukan.

Setiap hari pasien positif terjangkit virus korona terus bertambah, sehingga pemerintah secara tegas memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap dirumah, tidak keluar apabila tidak ada kepentingan mendesak, apalagi mengunjungi tempat-tempat keramaian.

Tidak mudah memang melakukan karantina diri dan tetap berada dirumah, apalagi bagi seseorang yang menjalankan aktivitas diluar rumah.

Meski berada di rumah dan melakukan karantina mandiri di kediamannya di Jakarta, Produser sekaligus penyanyi Mandarin Asal Kalbar Marcos Tjung tetap berusaha melakukan hal-hal produktif untuk ikut membantu masyarakat ditengah wabah covid 19 yang melanda Indonesia.

Dirinya tergerak hati untuk dapat berkontribusi bersama dengan sejumlah elemen masyarakat dan pemerintah untuk melawan virus korona dan memulihkan Indonesia dari covid 19. Selama berada dirumah, Ia memproduksi masker kain untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat.

Deretan Buah dan Sayuran yang Mampu Tingkatkan Imunitas Tubuh saat Wabah Virus Corona

"Tergerak hati kecilku harus melakukan sesuatu buat bantu masyarakat Yang membutuhkan masker untuk menghadapi Pandemi Covid-19," ujarnya kepada Tribun.

Dirinya menceritakan hal yang membuatnya berinisiatif membuat masker kain, lantaran langkanya masker yang dijual di Jakarta, jikapun ada, harganya relatif lebih mahal.

"Kebetulan Partner ku Andy Setiawan mempunyai Pabrik Garmen dan saya ajak dia membuat Masker Kain dan kita bagi-bagiin buat yang butuh," katanya.

"Akhirnya selama dikarantina kita selesaikan 1000 pcs sesuai target," imbuhnya.

Ia menceritakan bahwa produksi masker kainnya dibuat cukup tebal. Beberapa bagian saat produksi masker tersebut dijahit menggunakan mesin dan terdapat bagian kecil yang harus diselesaikan dengan cara dijahit manual.

"Kemarin sempat kendalanya karyawan karyawan Pabrik sudah sebagian besar libur jadi sebagian besar kita selesaikan dengan handmade jadi agak makan waktu," ujarnya.

"Kita harus hati hati juga bikinnya agar kualitasnya benar benar masih bagus," katanya.

Ia menerangkan proses distribusi masker tersebut sudah mulai dilakukan pada Jumat (3/4/2020) kemarin via ekspedisi.

"Karena kita masih harus karantina mandiri ga bisa kemana mana jadi saya Post di Sosmed aku di Instagram @marcostjung buat siapa yang butuh boleh langsung Inbox/DM selama stok masih tersedia akan kami kirimkan," ujarnya. (*/dan)

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved