Virus Corona Masuk Kalbar

Sejumlah Pelaku Usaha Pasrah Jalan Gajah Mada Pontianak Ditutup Sementara

Selain haris, adapula Ajun, penjaga salah satu counter handphone di Jalan Gajah Mada menerangkan hanya bisa pasrah ikut pemerintah.

TRIBUN PONTIANAK/Rizki Kurnia
Hari Setiawan (27), Kepala mekanik Shop & Drive yang bergerak dibidang penjualan sparepart kendaraan saat ditemui di Jalan Gajah Mada Pontianak,Kalbar Rabu (1/4/2020) -- 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kebijakan Pemerintah Kota Pontianak (Pemkot) tentang penutupan sementara Jalan Gajah Mada, Pontianak, Kalimantan Barat yang dimulai Kamis 2 April 2020, mendapat keluhan dari sejumlah pelaku usaha di kawasan tersebut.

Hari Setiawan (27), Kepala mekanik Shop & Drive yang bergerak dibidang penjualan sparepart kendaraan di Jalan Gajah Mada mengungkapkan kebijakan tersebut dapat mengganggu pendapatan pengusaha kecil.

"Disini kan usaha kayak bengkel ya, yang pasti kan costumer harus datang ke bengkal, ya otomatis sangat terganggu sih dengan kebijakan ini, kalau bisa si jangan terlalu lama lah, atau ada kebijakan lain, misalkan penutupannya diwaktu malam saja, kalau jam siang ini kan jamnya aktivitas masyarakat ya," ungkap Hari kepada wartawan Tribun saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu (01/03/2020).

Ia menilai kebijakan Pemerintah tentang penutupan jalan Gajah Mada tersebut dapat menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat.

Hal tersebut ia sampaikan setelah membandingkan Jalan Tanjung Pura yang masih ramai aktivitas namun tidak ikut ditutup.

"Tapi ya kita kan cuma pasrah ikut kebijakan pemerintah ya, cuma kan ya kayak gini kan nanti buat kecemburuan sosial, kenapa di jalan tanjung pura nggak ditutup tu, kenapa cuma di Gajah Mada aja ditutup, padahal kan aktivitas juga sama-sama ramaikan kan," ungkap Hari.

Jalan Gajah Mada Pontianak Ditutup Sementara, Ini Tanggapan Sejumlah Manajemen Hotel

Ia berharap pemerintah dapat memberikan insentif kepada pengusaha yang memiliki usaha di Jalan Gajah Mada, khususnya buruh harian lepas.

"Kalau bisa ya kasi insentif atau subsidi lah, kan disini juga ada pengusaha yang buruh harian kan, yang kerja hari ini untuk makan hari ini, semoga di kasi pemerintah insentif atau apa lah, kalau kami kan karyawan ya, mungkin nanti ada aturan dari perusahaan lah tentang kebijakan ini. Soalnya jam oprasional kami juga pas dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore," ungkapnya.

Selain haris, adapula Ajun, penjaga salah satu counter handphone di Jalan Gajah Mada menerangkan hanya bisa pasrah ikut pemerintah.

"Iya kami pasrah saja lah sama pemerintah, ini juga kan musibah, pendapatan kami juga benar-benar sedikit saat sekarang ni," ungkap Ajun.

Ia berharap kebijakan penutupan Jalan Gajah Mada tidak berlangsung lama.

"Kalau bisa jangan lama-lama, kami kan pengusaha ya, butuh pemasukan juga, untuk sewa ruko, makan juga," ujarnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Rizki Kurnia
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved