Limbah Perusahaan Produksi Tepung di Ketapang Resahkan Warga, Dinas Cepat Kirimi Surat Rekomendasi

Bahkan dikatakannya tidak hanya masyarakat disekitar perusahaan tetapi hingga masyarakat diluar lingkungan perusahaan.

Kolase Tribunpontianak.co.id/Nur Imam Satria
Kolam Limbah Pengolahan Ubi Menjadi Tepung Tapioka Yang Diproduksi oleh PT JZD Yang Menimbulkan Bau Tidak Sedap dan Meresahkan Warga Desa Sekitar Perusahaaan Bahkan Hingga Radius 2 - 3 Kilometer dan satu diantara warga Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Ratam Saat Diwawancarai Awak Media. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sejumlah warga Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat mengancam akan menutup operasional satu diantara perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Muara Pawan.

Hal itu lantaran perusahaaan yang bergerak di bidang pengelohan ubi menjadi tepung tapioka itu dinilai abai atas keluhan warga atas limbah perusahaan yang menimbulkan bau tak sedap setiap harinya.

Satu diantara warga Desa Sungai Awan Kanan, Kecamatan Muara Pawan, Ratam merasa kecewa dengan sikap perusahaan lantaran sudah berulang kali keluahan tak kunjung dapat tanggapan atas dampak bau limbah dari hasil produksi perusahaan.

“Kalau kami lihat memang perusahaan ini belum siap untuk produksi karena untuk urusan mengelola limbah hasil produksi mereka tidak bisa atasi," kata Ratam saat diwawancarai, Rabu (01/04/2020).

Limbah Perusahaan Sawit Diduga Cemari Sungai Belimbing

Ratam menjelaskan bahwa dampak dari limbah tersebut yaitu menimbulkan bau yang tidak sedap telah menyebar ke pemukiman masyarakat.

Bahkan dikatakannya tidak hanya masyarakat disekitar perusahaan tetapi hingga masyarakat diluar lingkungan perusahaan.

“Bau limbah ini keciuman hingga ke Desa Sukaharja artinya di radius 2 hingga 3 kilometer masih keciuman bau limbahnya,” jelas Ratam.

Lebih lanjut Ratam menilai, limbah tersebut menjadi bau karena tidak dikelola secara baik oleh perusahaan.

"Apakah karena perusahaan tidak paham atau sengaja dan tidak peduli terhadap lingkungan. Bahkan dikhawatirkan kolam penampungan limbah itu jebol dan langsung masuk ke sungai pawan dan membuat air jadi tercemar," ujarnya.

Atas dasar itulah, pihaknya telah menyampaikan beberapa tuntutan kepada pihak manajemen PT JZD serta pemilik kawasan PT KIP untuk menutup sementara produksi PT JZD dan meminta agar perusahaan bertanggung jawab untuk menghilangkan bau tersebut.

Halaman
12
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved