Wabah Virus Corona

Rupiah Bisa Anjlok Rp 17.500-Rp 20 Ribu per Dolar AS, Berikut Penyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani

Sri Mulyani juga memperkirakan, nilai tukar rupiah masih akan melemah dari level yang saat ini akibat penademi corona atau covid-19.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
FOTO DOKUMEN - Petugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (28/7/2015) lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Wabah virus corona terus memberikan dampak negatif bagi perekonomian Indonesia.

Satu di antara indikatornya adalah nilai tukar rupiah yang terus melemah.

Bahkan, dalam skenario Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati nilai tukar rupiah bisa anjlok dari nilai yang ada sekarang.

Sri Mulyani juga memperkirakan, nilai tukar rupiah masih akan melemah dari level yang saat ini akibat penademi corona atau covid-19. 

Sudah 2 Kali Penolakan Pemakaman Jenazah PDP Covid-19 di Makassar, Polrestabes Cari Sang Provokator

Menurutnya, dalam skenario berat, nilai tukar rupiah bisa mencapai Rp 17.500 per dollar Amerika Serikat (AS).

Sementara, dalam skenario sangat berat, bahkan nilai tukar rupiah diperkirakannya bisa menembus level Rp Rp 20 ribu per dollar AS.

"Kemungkinan terburuknya rupiah bisa mencapai 20.000 per dollar AS," kata Sri Mulyani dalam video conference dilansir Kontan.co.id, pada Rabu (1/4).

Level ini tentu jauh dari target yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 yang sebesar Rp 14.400 per dollar AS.

Tak hanya nilai tukar, tingkat inflasi tahun ini juga diperkirakan akan meleset dari target.

Dalam skenario berat Sri Mulyani, inflasi 2020 akan mencapai 3,9 persen.

Halaman
123
Editor: Haryanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved