Virus Corona Masuk Kalbar

Pemerintah Pusat Hentikan Anggaran DAK 2020 ke Seluruh Daerah, Fokus Tangani Corona

Edi menjelaskan penghentian DAK tersebut akan berpengaruh terhadap realisasi pembangunan yang telah direncanakan sepanjang tahun 2020

TRIBUN PONTIANAK/Hamdan Darsani
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono saat menerima penyerahan bantuan terkait penanganan Covid-19 dan satu unit dum truk dari PT Pelindo dalam program CSR ke Pemkot Pontianak di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, kalbar Selasa (24/3/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan menyurati seluruh Gubernur, Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia  yang menyatakan tentang penghentian  proses pengadaan barang dan jasa Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2020 ini.

Hal tersebut secara resmi disampaikan oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani pada Jumat (27/3/2020) kemarin.

Surat yang bernomor S-247/MK.07/2020 menerangkan bahwa penghentian realisasi belanja DAK tahun 2020 tersebut akibat dari wabah covid 19 yang melanda beberapa Wilayah di  Indonesia.

Di dalam surat tersebut bahwa pemerintah pusat meminta agar seluruh proses pengadaan barang/jasa untuk seluruh jenis/bidang/subbidang dana alokasi khusus fisik selain bidang kesehatan dan bidang pendidikan, baik yang sedang berlangsung maupun belum dimulai prosesnya untuk dapat dihentikan pelaksanaannya.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono membenarkan bahwa realisasi pembangunan yang bersumber dari dana DAK tahun 2020 akan dihentikan kecuali untuk bidang kesehatan dan pendidikan.

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Ketapang, Antoni Salim Dukung Pemda Cari Lokasi Alternatif

"Untuk program dinas kesehatan dan pendidikan tidak dihentikan. Program lain yang dihentikan," ujarnya melalui pesan singkat, Minggu (29/3/2020)

Edi menjelaskan penghentian DAK tersebut akan berpengaruh terhadap realisasi pembangunan yang telah direncanakan sepanjang tahun 2020. 

"Ya pasti berdampak, program pembangunan yang sudah direncanakan dan akan dikerjakan di tahun 2020 akan tertunda," ujarnya.

Namun demikian, orang nomor satu di Kota Pontianak itu juga memaklumi keputusan dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah Pusat tersebut, yakni sebagai upaya serta reaksi cepat untuk penanganan dan penanggulangan wabah covid 19.

"kita (Pemerintah Red) lebih dokus untuk penangan corona," ujarnya.

Sebelumnya pemerintah Kota (Pemkot)  Pontianak terus berupaya pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19) di Wilayah Kota Pontianak.

Satu diantaranya adalah meniadakan kegiatan atau aktivitas berkumpulnya orang banyak atau menyebabkan terjadinya keramaian. 

Tak terkecuali tempat-tempat wisata maupun usaha wisata yang menjadi salah satu pusat keramaian.

Melalui Surat Edaran Nomor 556/14/Disporapar/2020, Pemkot Pontianak melakukan penutupan sementara kegiatan operasional usaha pariwisata. 

"Mengingat penyebaran Covid-19 semakin mengkhawatirkan, maka kita menutup sementara kegiatan operasional usaha hiburan dan rekreasi hingga waktu yang belum ditentukan," ujarnya.

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved