Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Ketapang, Antoni Salim Dukung Pemda Cari Lokasi Alternatif

Namun dirinya meminta Pemerintah Daerah untuk mengkaji kembali wacana menjadikan bekas gedung kademi Perawat

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Anggota DPRD Ketapang, Antoni Salim menyerahkan masker secara gratis kepada satu di antara pihak sekolah di Kota Ketapang belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Anggota DPRD Ketapang, Antoni Salim sangat mendukung rencana Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang untuk mencari lokasi alternatif penanganan pasien Covid-19 jika terjadi lonjakan pasien.

Namun dirinya meminta Pemerintah Daerah untuk mengkaji kembali wacana menjadikan bekas gedung kademi Perawat (Akper) Ketapang untuk menjadi lokasi alternatif penanganan Covid-19.

“Karena lokasi tersebut merupakan lokasi permukiman, banyak rumah masyarakat sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran jika dijadikan lokasi alternatif penanganan Covid-19,” kata Antoni, Minggu (29/03).

Antoni menilai, Pemkab harus teliti memikirkan lokasi alternatif dalam penanganan Covid-19, lantaran saat ini tren Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terus bertambah di Ketapang sehingga harus ada langkah yang diambil untuk mengantisipasi kekurangan ruangan di rumah sakit rujukan yakni RSUD Agoesdjam Ketapang.

Satresnarkoba Polres Ketapang Gagalkan Penyelundupan 73 Butir Ekstasi di dalam Boneka Hello Kitty

“Rencana adanya lokasi alternatif itu sudah tepat dan tentu kita mendukung tapi harus menyesuaikan jangan di lokasi padat penduduk. Saya minta lokasi Akper nanti tidak dipilih menjadi lokasi alternatif dan mendukung Pemkab untuk menjadikan Kantor BSM dijalan lingkar kota sebagai lokasi alternatif lantaran lokasinya yang jauh dari pemukiman dan mudah diakses,” jelasnya.

Untuk itu, Kader PDIP ini berharap pihak PT BSM dapat meminjamkan kantor tersebut terlebih saat ini kantor tersebut tidak digunakan lagi.

“Informasinya tidak digunakan lagi, tinggal Pemkab melakukan peminjaman dan perusahaan dapat meminjamkan karena ini untuk kepentingan daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang Rustami yang juga selaku Juru Bicara tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Ketapang saat dikonfirmasi Tribun menjelaskan bahwa hingga hari ini, Minggu (29/03) sekitar pukul 19.00 Wib, jumlah ODP di Kabupaten Ketapang ada 61 orang, sedangkan untuk PDP berjumlah 4 orang.

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved