Human Interest Story

Penyesalan Gubernur New York Terapkan Lockdown, Andrew Cuomo: Melumpuhkan Sektor Keuangan

Jika Anda peduli sama seperti yang dilakukan oleh presiden tentang membuat ekonomi ini berjalan kembali, Anda harus sangat berhati-hati tentang

Shutterstock
Ilustrasi virus corona covid-19 

AMERIKA SERIKAT - Gubernur New York Andrew Cuomo yang sebelumnya menerapkan lockdown di wilayahnya, kini malah menyesal dan mengubah sikap.

Bahkan Cuomo menyebut lockdown New York akan menjadi tidak masuk akal dan anti-Amerika.

"Jika Anda mengatakan kami secara geografis dilarang pergi, itu akan menjadi lockdown," katanya seperti dilansir dari BBC.

Wabah virus corona 2019 (Covid-19) semakin mewabah di Amerika Serikat.

Dalam 24 jam terakhir, bertambah 250 temuan terkonfirmsai terinfeksi virus Corona sehingga jumlahnya menjadi 123.828 kasus.

Jumlah meninggal 2.229 jiwa dan sembuh 3.238 pasien. Sebagian besar korban terdapat di New York.

Walau demikian, gubernur setempat justru menyesal telah menutup atau lockdown negara bagian itu.

Cuomo menegaskan New York telah menerapkan langkah-langkah karantina mandiri (self-isolation), seperti melarang pertemuan besar dan memerintahkan orang untuk tetap di rumah.

"Maka kita akan menjadi Wuhan, China, dan itu tidak masuk akal," katanya kepada CNN.

Cuomo menambahkan lockdown New York membuat pasar saham ambruk, dan ekonomi AS tidak mungkin pulih selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun.

Halaman
1234
Editor: Rihard Nelson Silaban
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved