Corona Masuk Indonesia

Lockdown Wuhan Akan Dicabut, Ilmuwan Malah Ungkap Hal Mengejutkan Soal Kasus Corona Tak Terdeteksi

Perkiraan ini didasarkan pada sekitar 26.000 kasus yang dikonfirmasi laboratorium yang dicatat di kota itu, antara Desember sampai Februari.

Editor: Dhita Mutiasari
The Star
Lockdown Wuhan Akan Dicabut, Ilmuwan Malah Ungkap Hal Mengejutkan Soal Kasus Corona Tak Terdeteksi 

Lockdown Wuhan Akan Dicabut, Ilmuwan Malah Ungkap Hal Mengejutkan Soal Kasus Corona Tak Terdeteksi

Otoritas Hubei mencabut aturan lockdown di provinsi yang tadinya dikenal sebagai pusat wabah virus corona itu, sejak Rabu (25/3/2020)

Perintah lockdown terhadap Hubei dilakukan pemerintah Beijing untuk menghentikan penularan lebih ke provinsi lain.

Namun kini, angka infeksinya sudah banyak berkurang.

Dalam beberapa hari terakhir, warga Hubei diperbolehkan untuk keluar dan bekerja.

Namun sekolah masih ditutup.

Sementara Wuhan ibu kota Hubei, sekaligus tempat pertama virus itu ditemukan baru akan dibuka pada 8 April mendatang.

Aktifitas Warga Hubei saat Lockdown Dicabut, Bepergian dengan Kartu Hijau

Meski begitu, tiga puluh jalanan di Wuhan sudah dibuka pada Rabu pagi.

Mulai tanggal 8 April 2020 mendatang, status lockdown di Kota Wuhan, China, di mana kasus Virus Corona COVID-19 bermula, akan dicabut sebagian.  

Pembatasan perjalanan di seluruh Provinsi Hubei, di mana kota Wuhan berada, akan dicabut mulai tengah malam pada hari Selasa bagi penduduk yang sehat.

Satu kasus virus baru dilaporkan di Wuhan pada hari Selasa setelah hampir seminggu tidak ada kasus baru yang dilaporkan, seperti diwartakan BBC, Rabu (25/3/2020).

Sementara itu, sebuah penelitian yang dipimpin oleh sekelompok dokter China menyebutkan kalau 60% orang yang tertular virus corona di kota Wuhan, China tengah tidak menunjukkan gejala atau hanya menunjukkan gejala sangat ringan tidak dilaporkan kepada pihak berwenang.

Perkiraan ini didasarkan pada sekitar 26.000 kasus yang dikonfirmasi laboratorium yang dicatat di kota itu, antara Desember sampai Februari.

Kabar Terbaru Wuhan China, Kasus Virus Corona Dalam Negeri Nihil, Tenaga Medis Perlahan Boleh Pulang

Dilansir dari South China Morning Post, para peneliti menggunakan tes lab sebagai dasar penilaian mereka daripada data pemerintah China pada kasus yang dikonfirmasi karena pihak berwenang menggunakan manifestasi gejala dan scan paru-paru abnormal untuk mengklasifikasikan pasien.

Data tes laboratorium memungkinkan para dokter dari Tongji Medical College di Wuhan, Fudan University dan Harvard University, untuk membuat model terlepas dari apakah pasien memiliki gejala corona atau tidak.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved