Corona Masuk Indonesia

CERITA Pasien Sembuh dari Covid-19, Saksikan Dua Orang Positif Corona Lainnya Perlahan Meninggal

Seorang ayah bernama Jozef Wallis (40) awalnya sehat dan bugar, namun ia pun akhirnya terinfeksi virus corona.

Editor: Dhita Mutiasari
Shutterstock
CERITA Pasien Sembuh dari Covid-19, Saksikan Dua Orang Positif Corona Lainnya Perlahan Meninggal 

CERITA Pasien Sembuh dari Covid-19, Saksikan Dua Orang Positif Corona Lainnya Perlahan Meninggal

Tingkat persebaran penularan virus corona atau Covid-19 yang kian meluas membuat lonjakan peningkatan kasus baru per harinya.

Meski tingkat kesembuhannya jauh lebih tinggi dibanding angka kematian, namun yang mencemaskan lonjakan kasus-kasus baru positif corona juga melesat tak terbendung.

Berdasarkan data dari Worldometers pada Kamis (26/3/2020) pagi, terdapat total 462.781 kasus pasien COVID-19.

Dari total kasus tersebut, tercatat 20.896 jiwa meninggal dunia dan 113.802 sembuh.

Sebelumnya, pada Selasa (24/3/2020) malam, total kasus ada sekitar 384 ribu pasien.

Dari data global itu, WHO memperingatkan bahwa pandemi corona telah meningkat pesat.

Diperlukan waktu 67 hari sejak kasus pertama dilaporkan untuk mencapai angka 100 ribu kasus, dan 11 hari untuk menyentuh angka 200 ribu.

BREAKING NEWS - Pasien Corona COVID-19 di Kalbar Bertambah, Pasien dari Sambas Dinyatakan Positif

Jozef Wallis
Jozef Wallis (mirror.co.uk)

Tak hanya sekali-dua kali saja virus corona menyerang orang-orang dengan tubuh yang sehat dan bugar.

Seorang ayah bernama Jozef Wallis (40) awalnya sehat dan bugar, namun ia pun akhirnya terinfeksi virus corona.

Sebagai upaya untuk memperingatkan orang lain tentang virus mematikan tersebut, ia membagikan kisahnya dalam mengalahkan virus tersebut.

Melansir Mirror, Rabu (25/3/2020), ayah dua anak itu memang telah mengalahkan penyakitnya, namun tanpa daya dia menyaksikan dua pasien lain meninggal di depan matanya ketika dia terbaring sakit di unit perawatan intensif rumah sakit London (ICU).

Wallis adalah satu dari ribuan orang di Inggris yang telah didiagnosis dengan Covid-19.

Wallis mengatakan kepada Mail Online bahwa dia mulai merasa tidak sehat sekitar dua minggu yang lalu.

Dia menghubungkannya dengan malam yang dia habiskan bersama teman-temannya di pub di sekitar London Bridge.

ITALIA Terupdate 683 Pasien Corona Meninggal Dalam 24 Jam, Total 7.503 Orang Lebih Tinggi dari China

Saat itu, dia mulai merasa kedinginan dan sakit di persendiannya dan merasa pusing, kemudian memutuskan untuk pulang.

Setelahnya, Wallis mulai menggigil disertai dengan demam.

Dia juga mengalami batuk tak terkendali, yang membuatnya 'terengah-engah.'

Dia mengatakan istrinya, Emma, ​​menjadi sangat khawatir dan Wallis mengasingkan diri di kamar yang jauh dari istri dan anak-anak mereka. 

Wallis bersama istri dan anak-anaknya

Wallis bersama istri dan anak-anaknya (Mirror)

Wallis pun terpaksa tidak mengunjungi orangtuanya karena takut akan membahayakan mereka.

Setelah meneliti gejala virus corona, ia menjadi yakin bahwa ia telah tertular penyakit itu.

Ketika kondisinya semakin memburuk, ia menelepon rumah sakit.

Dia berhasil menelepon dokter, yang mengatakan kepadanya melalui video call bahwa dia harus pergi ke rumah sakit.

Ambulans dikirim dan Tuan Wallis dipindahkan ke Rumah Sakit St Thomas, tempat diagnosisnya dikonfirmasi 30 jam kemudian.

Dia dipindahkan ke bangsal dengan enam tempat tidur dan lima pasien Covid-19 lainnya.

Wallis mengatakan dia tidak pernah percaya dia akan mengalaminya.

Selama tiga hari Wallis tinggal di bangsal, dia menyaksikan dua pasien lain yang bersamanya meninggal.

Dia mengatakan kepada Mail Online, "Seorang lelaki tua mendapatkan bantuan pernafasan dan kemudian saya tidak melihatnya lagi.

Seorang perawat memberi tahu saya bahwa dia telah meninggal.

Seorang lelaki lain dilarikan ke perawatan intensif tetapi dia tidak berhasil.

"Dia sudah tua dan memiliki kondisi medis lainnya tetapi dia adalah kakek seseorang, ayah seseorang, suami seseorang. Dia akan dirindukan."

Setelah menyaksikan tragedi ganda itu, ia mendesak orang-orang Inggris yang hidup di bawah lockdown untuk tetap mematuhi aturan yang diberlakukan oleh pemerintah.

Dia berkata, "Kita semua harus menganggap ini lebih serius. Anda tidak bisa mengadakan pesta dan Anda tidak bisa bertemu dengan teman-teman. Kalau tidak, lebih banyak orang akan mati."

Artikel ini telah tayang di Intisari-Online.com dengan judul "Berhasil Sembuh dari Corona, Pria Ini Ceritakan Sedihnya Menyaksikan Dua Orang yang Bersamanya Perlahan Meninggal Karena Virus Tersebut"

Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved