Virus Corona Masuk Kalbar

Cegah Covid-19 Keuskupan Sanggau Keluarkan Surat Edaran Peniadaan Kegiatan di Gereja

Perayaan Paskah mulai dari Minggu Palma sampai Hari Raya Paskah, Misa-Misa Mingguan, Misa Harian, Misa Hari Raya

Cegah Covid-19 Keuskupan Sanggau Keluarkan Surat Edaran Peniadaan Kegiatan di Gereja
National Geographic Indonesia via PCMA
Ilustrasi virus corona Covid-19 

SEKADAU - Sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Gereja, Keuskupan Sanggau telah mengeluarkan Surat Edaran Panduan Pastoral Uskup Sanggau Selama Covid-19 (No: 029/K.Sgu-111/2020)

Dalam surat edaran tersebut disampaikan beberapa poin penting diantaranya:

1. Meniadakan semua kegiatan kegerejaan yang melibatkan orang banyak sampai tanggal 30 April 2020 atau sampai ada kebijakan baru. Kegiatan yang dimaksud, antara lain:

a. Perayaan Paskah mulai dari Minggu Palma sampai Hari Raya Paskah, Misa-Misa Mingguan, Misa Harian, Misa Hari Raya dan Misa Kring serta Ibadat Sabda, baik di gereja Paroki, kapel, maupun lingkungan.

b. Kegiatan yang melibatkan orang banyak seperti doa lingkungan, Katekese, Katekumenat, Kursus Persiapan Perkawinan, Bina Iman Anak Misioner atau Sekolah Minggu, Pertemuan Misdinar, rekoleksi, Sekolah Evangelisasi, dan sebagainya sampai keadaan normal kembali.

2. Penerimaan Sakramen Baptis bagi katekumen yang sudah dipersiapkan untuk Hari Raya Paskah supaya pelaksanaannya ditunda sampai situasi dan kondisi memungkinkan.

3. Pelaksanaan Misa Krisma dan pemberkatan minyak-minyak suci ditunda dan akan ditentukan kemudian sampai situasi normal kembali.

4. Para imam tetap merayakan Ekaristi, sebagai sumber dan puncak iman kita, setiap hari, baik secara pribadi atau pun bersama imam dalam komunitasnya (paroki, rumah karya, dalam biara), terutama dengan intensi mohon belas kasih Allah agar segera berakhirlah Virus Corona di negara kita, mohon pemulihan bagi yang sakit atau yang mengalami dampak negatif secara sosial maupun finansial, serta bagi kesatuan Gereja dan bangsa kita.

5. Khusus mengenai tanggal Paskah tidak bisa dipindahkan ke waktu lain, sebab Paskah adalah inti seluruh Tahun Liturgi dan bukan sekedar satu pesta di antara pesta lainnya. Namun dalam situasi sulit akibat mewabahnya.

Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved