Virus Corona Masuk Kalbar

Bahan Masker Masih Tertahan di Luar Negeri, Pabrik Masker di Kalbar Terancam Berhenti Produksi

Hal ini dikarenakan bahan baku utama pembuatan masker masih tertahan di negara asal yakni Turki.

PONTIANAK - Wabah Corona yang sudah masuk ke Indonesia membuat kebutuhan akan masker meningkat drastis.

Di tengah peningkatan kebutuhan masker, ada kehawatiran dari PT. Insight Medica Fame yang merupakan perusahaan pembuat masker di Kalbar tentang bahan baku utama pembuatan masker.

Owner PT. Insight Medica Fame, Chris Hamsi menyatakan pabrik maskernya terancam berhenti produksi.

Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Sanggau Lakukan Penyemprotan Disinfektan, Polres Gunakan Mobil AWC

Hal ini dikarenakan bahan baku utama pembuatan masker masih tertahan di negara asal yakni Turki.

Ia menyebutkan bahwa salah satu bahan utama pembuatan masker ia pesan dari Negara Turki.

Namun saat ini, Turki tengah memberlakukan penghentian sementara aktivitas ekspor impor.

"Sementara produksi kita masih normal, dan yang sementara kita upayakan, kita masih mencari bahan utama yang berada di tengah masker atau dalamnya."

"Kita punya kontrak dengan perusahaan di turki, dimana kita harapakan dapat mencukupi kebutuhan kita dalam 3 bulan ke depan ternyata disana di Blok oleh pemerintah Turki."

"Sekarang kita sudah mengusulkan kepada pihak kedubes yang ada disana agar bahan itu tetap bisa dikitim kan kekita. Kalau barang itu bisa dikirim, saya yakin dalam 3 bulan kedepan produksi kita akan tetap normal,’’ ungkapnya saat ditemui di kantornya, Kamis (26/3/2020).

Mengantisipasi barang yang tidak terkirim iapun sudah berusaha mencari bahan baku kenegara lain.

”Kalau itu tidak terkirim, maka saya harus mencari kenegara lain, yang saya dengar sekarang di negara cina sudah mulai melepaskan bahan bakunya, tetapi hanya 5 persen produksi dari bahan pabrik."

"Artinya jumlahnya sangat sedikit, dan harganya lebih mahal dari Turki, jadi kita harus mengumpulkan satu – satu dari sisa – sisa pabrik itu,” katanya

Problem berikutnya lagi, dikarenakan banyak negara yang memberlakukan lokcdown, biaya pengiriman pun semakin mahal.

Dalam sebulan, Cris menyampakan pihaknya dapat memproduksi 2 juta pcs masker.

Namun dengan stok bahan yang ada saat ini di gudangnya, ia memperkirakan hanya cukup untuk produksi hingga 2 minggu ke depan.

Dengan keadaan yang seperti saat ini, ia menyampaikan bahwa pihaknya sangat selektif dalam melakukan penjualan masker agar tidak disalah gunakan. 

“Kita distribusikan ke apotik – apotik, kedua kita jual ke distributor, dan juga kita selektif, kita selalu berpesan kepada dstributor agar selektif, utamakan rumah sakit dan berbagai instansi pelayanan publik, atau petugas keamanan, kepolisian, TNI."

"Kalau ada yang untuk sumbangan maka kami juga akan tanyakan lagi untuk siapa ini."

"Kalau untuk rumah sakit dan berbagai instansi pelayanan pulblik. Maka kami akan berikan, tapi kalau yang lain itu akan kami tunda dulu,’’ jelasnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ferryanto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved