Aswandi Apresiasi Perkuliahan Online: Mahasiswa Jadi Lebih Aktif

Mengingat siswa dan mahasiswa bisa saja tertular atau menularkan virus corona dilingkungannya.

Aswandi Apresiasi Perkuliahan Online: Mahasiswa Jadi Lebih Aktif
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Pengamat Pendidikan Universitas Tanjungpura, Aswandi 

PONTIANAK - Masa perkuliahan online yang dilakukan sejak pertengahan bulan Maret lalu merupakan satu diantara upaya pemerintah untuk mencegah penularan Virus Corona Covid-19 dilingkungan sekolah dan kampus.

Mengingat siswa dan mahasiswa bisa saja tertular atau menularkan virus corona dilingkungannya.

Perkuliahan yang dilakukan oleh mahasiswa selama masa social discasting menjadikan pembelajaran dilakukan tanpa tatap muka.

Hanya melalui metode daring /online yang teryata memberikan beberapa dampak positif.

Hal ini dipaparkan oleh Aswandi selaku Dosen di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak serta Pengamat Pendidikan Kalbar yang mengatakan bahwa mahasiswa lebih aktif ketika melakukan perkuliahan secara online.

Siswa lebih mudah untuk mengemukakan pendapat dan bersemangat ketika menerima materi serta diskusi yang dilakukan dalam perkuliahan menjadi lebih hidup, meski aplikasi yang digunakan dalam perkuliahan terbilang sederhana tetapi mampu memberi dampak yang besar.

Deteksi Dini Virus Corona Covid-19 Bisa Dilakukan Secara Online di Laman UMM

"Saya sendiri cukup kaget melihat respon mahasiswa saya diperkuliahan secara online, saya kira akan seperti kuliah biasa dimana siswa kadang segan bertanya,"katanya.

"Tapi ketika kuliah dilakukan secara online mereka cenderung merespon dengan lebih baik, bahkan ketika saya lama menjawab pertanyaan mereka pasti bertanya kenapa saya belum menjawab. Jujur ini sebuah kemajuan dalam bidang perkuliahan menurut saya" ungkap Aswandi.

Aswandi mengatakan, selain memberikan sistem belajar yang baru bagi siswa, kuliah online secara tidak langsung memaksa dosen yang awalnya kurang berminat dengan sistem pengajaran secara modern akhirnya mengikuti proses pembelajaran karena tidak ingin mahasiswa tidak mendapatkan materi perkuliahan.

"Dosen-dosen senior itu kadang malas dan enggan untuk mempelajari sistem belajar online, merasa tidak perlu mengikuti perkembangan zaman. Tetapi sekarang mereka semua jadi melek teknologi sekarang, ya mau gimana lagi dari pada mahasiswa keteteran materi" lanjutnya.

Selain itu Aswandi merasa sudah saatnya pengajaran dilakukan secara modern mengikuti perkembangan zaman agar mahasiswa tidak bosan serta penyampaian materi lebih mudah diserap oleh mahasiswa.

"Mahasiswa ini melek teknologi, kalo dosennya masih malas untuk belajar teknik pengajaran yang modern tentu mahasiswa menjadi malas untuk belajar. Saya harap kedepannya metode pembelajaran seperti ini bisa diterapkan di berbagai Universitas agar kita tidak tertinggal dalam hal teknologi terutama dalam proses pembelajaran" imbuhnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved