Khazanah Islam

Bagaimana Hukum Jenazah Tidak Dimandikan dan Tidak Dishalati Karena Virus Corona Covid-19 ?

Jenazah akan dimasukkan ke dalam body bag, ditayammum di atas balutan plastik dan dikebumikan.

Shutterstock
Ilustrasi virus corona 

Data pemerintah menyebutkan hingga Senin (23/3/2020) total pasien positif virus corona Covid-19 yang meninggal berjumlah 55.

Sementara total warga Indonesia yang positif virus corona Covid-19 mencapai 334,981 orang.

Terkait korban Covid-19 yang meninggal dunia, seorang jamaah bertanya ke Buya Yahya mengenai hukum jenazah tidak dimandikan dan tidak dishalati karena corona Covid-19?

Sebab dirinya mendengar ada himbauan terkait prosedur khusus bahwa jika seseorang meninggal dengan keadaan terkena covid 19 dilarang untuk memeluk, mendekati, tidak disambut keluarganya.

Bahkan tidak diperbolehkan untuk memandikan jenazahnya. 

Jenazah akan dimasukkan ke dalam body bag, ditayammum di atas balutan plastik dan dikebumikan.

Bagaimana pandangan Islam menyikapi hal tersebut?

Dan apakah zaman Rasulullah SAW juga ada tayammum untuk jenazah?

Menjawab hal itu, Buya Yahya mengatakan, yang pertama, adalah kepada keluarga atau siapapun yang tertimpa ujian jika itu adalah dari ahli La Ilaa ha Illa Allah (seorang muslim), maka ketahuilah tidak ada tho'un (wabah) yang Allah timpakan kepada ahli iman kecuali karena Allah ingin menjadikan dia mati syahid.

Jadi bagi yang meninggal karena terkena wabah, wabah apa saja termasuk virus corona, maka insya Allah orang-orang dari ahli La Ilaa ha Illa Allah itu dia mati syahid.

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved