Breaking News:

Virus Corona Masuk Kalbar

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19 di RSUD Agoesdjam, Pemkab Jalin Kerjasama dengan RS Swasta

Selain itu berbagai persiapan penanganan pun dilakukan jika terjadi wabah Covid-19 di Ketapang.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Madrosid
Tribunpontianak.co.id/Nur Imam Satria
Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Saat Berada di RS Fatima Ketapang.  

KETAPANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang hingga saat ini terus melakukan upaya pencegahan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Ketapang.

Selain itu berbagai persiapan penanganan pun dilakukan jika terjadi wabah Covid-19 di Ketapang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Ketapang, H Farhan mengatakan, Pemkab Ketapang beserta jajaran dan Forkopimda yang tergabung dalam Gugus Tugas pada dasarnya sudah melakukakan berbagai upaya pencegahan.

Yaitu mulai dari memberi himbauan secara lisan maupun melalui surat edaran.

"Salah satu upaya kita seperti memberi himbauan kepada mayarakat agar tidak bepergian keluar daerah, menjaga kesehatan, menghindari keramaian dan selalu menjaga kebersihan. Khusus instansi pemerintah, kita minta dalam pelayanannya memberi jarak tempat duduk," kata Farhan, Selasa (24/03/2020).

Bupati Martin Rantan Semangati Tim Medis di RSUD Agoesdjam Ketapang

"Bahkan Aparatur Sipil Negara (ASN), sesuai edaran tidak diperbolehkan keluar daerah, terkecuali bersifat mendesak, misalnya keperluan penanganan covid-19. Jika tidak, lebih baik bekerja di kantor masing-masing," sambungnya.

Untuk kesiapan penanganan sendiri, saat ini Pemkab telah mempersiapkan satu ruangan khusus isolasi di RSUD Agoesdjam. Ruang tersebut merupakan ruang pasien anak yang dialihakan menjadi ruang isolasi penangan corona.

"Sementara waktu, untuk ruangan pasien anak-anak dipindah ke ruangan VIV atau ruang lain. Adapun ruangan lainnya tetap difungsikan seperti biasa. Jika ruang isolasi masih kurang, tidak menutup kemungkinan gedung yang biasa digunakan Pemkab sebagai tempat diklat dijadikan ruang isolasi," ujar Farhan yang juga selaku Ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19 di Ketapang itu.

Lebih lanjut, pihaknya juga telah menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit swasta di Ketapang satu diantaranya RS Fatima. Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pasien di RSUD Agoesdjam yang seandainya banyak menangani pasien memiliki gejala mirip corona.

"Jadi bila pasien, katakanlah pasien umum ramai di RSUD Agoesdjam, maka sementara waktu dirujuk atau dipindahkan ke RS Fatima. Demikian juga dengan RS Swasta lain yang ada di Ketapang. Ini dilakukan guna memenuhi standar operasional prosedur penanganan Covid-19," paparnya.

Tidak hanya fasilitas menyangkut penanganan, Pemerintah juga menyiapkan anggaran senilai Rp1 miliar lebih dengan mengacu peraturan Kementerian Dalam Negeri dan Menteri Keuangan. Anggaran itu sudah dioperasionalkan dan difokuskan pada kegiatan preventif maupun kesiapan peralatan penanganan covid atau kebutuhan minimal lainnya.

"Jika masih ada yang perlu penganggaran, kita siap menganggarkannya. Satu hal yang perlu kita siapkan adalah anggran tidak terduga. Ketika sudah dilakukan perubahan anggaran sesuai peraturan tapi masih kurang, maka anggaran tidak terdugalah dimanfaatkan," tandasnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved