Breaking News:

VIRAL Kasus Eksploitasi Seks Online ‘Nth Room’, Pengungkapan Mengerikan hingga Seleb K-Pop Bersuara

Melaui praktik ilegal ini diduga mengeksploitasi 74 orang, termasuk anak di bawah umur, untuk memaksa mereka melakukan tindakan seksual

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
AFP
Ilustrasi - VIRAL Kasus Eksploitasi Seks Online ‘Nth Room’, Pengungkapan Mengerikan hingga Seleb K-Pop Bersuara 

VIRAL Kasus Eksploitasi Seks Online ‘Nth Room’, Pengungkapan Mengerikan hingga Seleb K-Pop Bersuara

Belakangan Korea Selatan tengah heboh dengan kasus eksploitasi seksual melalui chat room Telegram yang disebut sebagai 'Nth Room'.

'Nth Room' adalah chat room yang dilaporkan telah membagikan berbagai video dari para korban saat melakukan aktivitas-aktivitas seksual, termasuk yang mengandung kekerasan.

Bahkan menyeruaknya kasus ini memicu kemarahan publik hingga sederet seleb K-Pop ikut bersuara agar kasus ini terungkap.

Dilansir dari Asia One, polisi Korea menangkap seorang pria yang diduga mengoperasikan ruang chat terkait tindakan asusila dan pornografi di Telegram pada 19 Maret pekan lalu.

Kasus ini ini sekarang dikenal sebagai kasus praktik ilegal Telegram Nth Room.

Melaui praktik ilegal ini diduga mengeksploitasi 74 orang, termasuk anak di bawah umur, untuk memaksa mereka melakukan tindakan seksual dan membagikannya secara online dengan imbalan pembayaran cryptocurrency sejak Desember 2018.

Aktor Korea Selatan Moon Ji Yoon Meninggal Dunia, Pihak Keluarga Ungkap Penyebabnya

Pelaku Kasus Eksploitasi Seks Online ‘Nth Room’ saat ditangkap aparat setempat
Pelaku Kasus Eksploitasi Seks Online ‘Nth Room’ saat ditangkap aparat setempat (Yonhap)

Menurut The Korea Herald, pria yang menggunakan julukan "baksa" ("dokter" atau "guru" dalam bahasa Korea) di telegram tersebut adalah antara lain yang dituduh memeras perempuan dan anak di bawah umur untuk membuat video seksual.

"Cho juga diduga mengamankan informasi pribadi tentang para korban dan anggota ruang obrolan melalui pembantu administrasi di kantor pemerintah setempat untuk memeras pengguna dan korban,"tulisnya

Polisi menyatakan bahwa lelaki itu diduga telah menipu para korban untuk mengiriminya foto-foto telanjang dengan wajah mereka sebagai imbalan atas pekerjaan paruh waktu bergaji tinggi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved