Virus Corona Masuk Kalbar

Ritual Sembahyang Kubur di Singkawang, Masyarakat dari Luar Diminta Tidak Pulang Selama KLB Covid-19

Apalagi saat ini Kota Singkawang telah diberlakukan Keadaan Luar Biasa untuk waspada dan mencegah penularan virus corona.

Tribun Pontianak/Destriadi YJ
Warga Tionghoa melakukan sembahyang kubur di Pemakaman Tionghoa Yayasan Bhakti Suci Jl Adisucipto, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (28/3/2016) sejak pukul 05.00 WIB. Ritual ini sebagai satu diantara cara untuk menghormati leluhur mereka. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

SINGKAWANG - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Singkawang, Sumastro meminta warga etnis Tionghoa yang ada di perantauan luar Kota Singkawang agar memutuskan tidak pulang kampung atau balik ke Singkawang untuk sementara waktu selama status Kejadian Luar Biasa (KLB) ini untuk keperluan ritual sembahyang kubur bagi leluhur atau keperluan lainnya di Kota Singkawang.

"Imbauan berlaku hingga status KLB berakhir," katanya, Senin (23/3/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa semua masyarakat tentu sangat mengerti perkembangan saat ini dan dimana-mana dalam keadaan sangat prihatin karena pandemic wabah virus corona yang sangat berbahaya.

Apalagi saat ini Kota Singkawang telah diberlakukan Keadaan Luar Biasa untuk waspada dan mencegah penularan virus corona.

Sumastro juga meminta ritual tersebut sebaiknya diwakilkan saja kepada keluarga atau kerabat yang tinggal di Singkawang dan dapat juga dipermudah menggunakan sarana teknologi seperti video call dalam prosesi ritual bersama keluarganya secara langsung.

Cegah Virus Corona di Sintang Kepala Labkesda KamarudinTurun Tangan Bikin Westafel

Sementara bagi masyarakat Tionghoa yang telah terlanjur pulang kampung dan ada di Kota Singkawang saat ini yang berasal dari daerah zona merah Covid-19 agar mematuhi ketentuan karantina mandiri 14 hari.

"Dan lapor diri via whatsApp ke lurah atau camat setempat untuk proses pemeriksaan kesehatan lebih lanjut," imbau Sumastro.

Sembahyang kubur merupakan tradisi masyarakat Tionghoa mengunjungi dan membersihkan makam leluhur, orang tua atau keluarga. Selain itu, sembahyang kubur juga menjadi momen berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara.

Pada umumnya sembahyang kubur dilakukan pada Festival Qingming, namun ada juga sebagian orang Tionghoa di berbagai tempat yang melakukan sembahyang kubur selain pada saat festival Qingming.

Selain di Daratan Tiongkok, sembahyang kubur juga dilakukan di Taiwan, Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, dan negara-negara yang terdapat orang Tionghoanya.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved