BMKG Prediksi Kalbar Berpotensi Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dan Petir pada Sabtu (21/3/2020)

Cuaca ekstrem terkait potensi hujan lebat dan hujan lebat disertai angin kencang, kilat/petir di beberapa wilayah.

TRIBUNPONTIANAK/RAYMOND KARSUWADI
HUJAN LEBAT - Pedagang Pasar Sambas saat sedang menutupi lapak dagangannya dari air hujan yang turun di Pasar Sambas, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Jumat (28/4/2017) lalu. 

Peringatan dini cuaca ekstrem dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk beberapa wilayah, pada Sabtu (21/3/2020).

Cuaca ekstrem terkait potensi hujan lebat dan hujan lebat disertai angin kencang, kilat/petir di beberapa wilayah, BMKG rilis melalui laman resminya BMKG.go.id.

Dalam peringatan dini cuaca ini, tercatat 22 wilayah berpotensi hujan lebat, termasuk Kalimantan Barat (Kalbar).

Sementara dari jumlah tersebut, 16 wilayah hujan lebat disertai angin kencang, kilat/petir.

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bali

Dalam narasinya, BMKG menjelaskan massa udara basah di lapisan rendah terkonsentrasi di sebagian besar Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta.

Selanjutnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, sebagian besar Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Daerah yang memiliki potensi konvektif dari faktor lokal dengan nilai indeks labilitas atmosfer sedang/kuat terdapat di wilayah Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Kesaksian Warga Soal Gempa Bumi di Sintang, Rasakan Getaran Seperti Alat Berat Lewat Depan Rumah

Wilayah berpotensi hujan lebat:

- Sumatera Barat

- Lampung

Halaman
1234
Editor: Haryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved