Parpol Usung Paslon Tunggu Hasil Survei, Berikut Analisa Pengamat Politik Kalbar Ireng Maulana

Gairah berpolitik mereka untuk menjejak para kandidat dengan kompetensi ke-politisiannya seperti hilang dan tumpul.

FACEBOOK
Ireng Maulana MA 

PONTIANAK - Satu di antara Pengamat Politik Kalbar, Ireng Maulana menilai mestinya Parpol tak serta merta tergantung hasil survei untuk mengusung bakal calon.

"Kita melihat parpol gagap dalam memutuskan secara pantas kandidat yang akan mereka usung karena pertama, kader internal sebagian besar tidak siap dalam banyak variabel untuk ditunjuk maju sebagai kandidat dalam Pilkada,
Kedua, politisi parpol di daerah telah kehilangan intuisi dan insting berpolitik sehingga seolah-olah amat sangat bergantung dengan hasil survei untuk menilai dan menimbang figur-figur yang akan mereka usung,' ujarnya Selasa (17/3/2020)

Menurutnya gairah berpolitik mereka untuk menjejak para kandidat dengan kompetensi ke-politisiannya seperti hilang dan tumpul. 

Terlalu mengharapkan hasil survei mematikan kreatifitas mereka sebagai politisi, padahal mereka semua bukan mahluk ilmiah melainkan entitas politik yang mampu melihat potensi seorang calon pemimpin tanpa intervensi angka-angka survei yang menjemukan. 

"Kita memerlukan politisi yang dengan instingnya mampu memilih calon pemimpin yang handal dan bisa diandalkan," ujarnya

Dampak Corona, Pengamat Politik Sarankan Pilkada Ditunda

Dikatakanya survei bukan alasan untuk menutupi keraguan-raguan dan kegamangan mereka dalam memilih kandidat. 

Terakhir, parpol yang mereka miliki seharusnya diletakkan dengan fungsi mengatasi keterbatasan-keterbatasan dalam kepantasannya untuk menjaring dan menunjuk siapa saja yang berkompeten untuk didukung di atas ring Pilkada. 

Parpol sebagai kekuatan seharusnya dapat memberikan jalan keluar yang cepat dan strategis dalam menawarkan calon pemimpin layak pilih bagi publik untuk mengembalikan eksistensi partai yang bertugas dalam mengawal regenerasi kepemimpinan.

Oleh karena faktor tersebut diatas, parpol seperti kesulitan sekali untuk membuat keputusan bagi siapa saja kandidat yang akan mereka dukung. 

"Seharusnya mereka dapat mengembalikan insting-intuisi berpolitik dan fungsi mereka dalam mempercepat memilih kandidat yang pantas untuk dimajukan dalam Pilkada," tukasnya. (*)
 

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

--

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Zulkifli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved