Dana Desa di Kapuas Hulu 2020 Rp 272 Miliar, Alifiansyah: Masih Banyak Belum Ajukan Pencairan

Dalam hal tersebut, jelas Alifiansyah kalau pihaknya terus mendorong pengelolaan dana desa secara maksimal dari pihak desa.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Kadis PMD Kabupaten Kapuas Hulu, Alifiansyah 

KAPUAS HULU - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kapuas Hulu, Alifiansyah menyatakan saat ini masih banyak desa di Kabupaten Kapuas belum mengajukan pencairan dana desa (DD).

"Kita tau bersama bahwa, di tahun 2020 Kabupaten Kapuas Hulu mendapatkan DD sebesar Rp272 miliar. Dari 278 desa, baru 11 desa yang mengajukan pencairan Dana Desa," ujarnya kepada wartawan, Selasa (17/3/2020).

Dalam hal tersebut, jelas Alifiansyah kalau pihaknya terus mendorong pengelolaan dana desa secara maksimal dari pihak desa.

"Pasalnya pemerintah pusat dengan berbagai kebijakan khusus berupaya, agar keuangan desa bisa ditambah, guna menstimulan pembangunan di desa menjadi lebih maju," ucapnya.

Kunker ke-4 Desa di Kubu Raya, Sukiryanto Pesan Masyarakat Partisipatif Awasi Dana Desa

Selain itu juga, pemerintah telah membuat skema dana desa yang cukup efisien dan efektif, dengan beberapa komposisi.

"Namanya tetap dana desa, namun terbagi dalam beberapa komposisi, yang nilainya sekitar Rp272 milyar tahun ini," ujarnya.

Dalam dana desa itu, ada beberapa komponen diantaranya ada afirmasi kemiskinan, dan afirmasi kinerja.

"Untuk afirmasi kinerja baru direalisasikan tahun ini. Dimana afirmasi kinerja ini salah satu terobosan Bupati Kapuas Hulu dalam rangka meningkatkan semangat bagi kepala desa yang berkinerja maksimal membangun desanya," ucapnya.

Alifiansyah menjelaskan, tujuan itu semua upaya bisa meningkatkan kinerja.

Maka Bupati menyurati ke Kementerian Keuangan, bahwa perlu dana desa dibagi, untuk meningkatkan semangat kinerja kepala desa yang bagus bisa meningkatkan kemandirian desa, maka perlu didukung.

"Khusus dana afirmasi kinerja itu totalnya mencapai Rp4,2 milyar. Sedangkan alokasi setiap kabupaten itu nilainya berbeda - beda. Ini untuk desa maju, mandiri, termasuk desa berkembang menuju maju," ungkapnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved