JPK Adakan Diskusi Terkait Kiprah Perempuan di Panggung Politik

Lebih lanjut bebby mengungkapkan dukungan dari keluargalah yang membawanya ke kursi dewan di DPRD kota Pontianak.

TRIBUNPONTIANAK/NI MADE GUNARSIH
Bebby Naifula(kerudung hitam) dan Dea Veranida (kerudung cokelat tua) saat menyampaikan pesan mengenai perempuan dalam berpolitik pada diskusi Perempuan di Panggung Politik, Jumat (13/03/2020) pagi. 

PONTIANAK - Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK) mengadakan diskusi bertema Perempuan di Panggung Politik bertempat di sekretariat JPK pada Jumat (13/03/2020) pagi.

Diskusi ini sebagai merupakan satu di antara wujud kepedulian JPK terhadap isu tentang perempuan dalam proses pengambilan keputusan di berbagai sektor yang ada.

Dalam diskusi ini, JKP mengundang satu diantara praktisi politik di kota Pontianak yaitu Bebby Nailufa dan seorang praktisi di bidang akademik yaitu Dea Veranida.

Pada diskusi ini Bebby memaparkan pentingnya seorang anggota dewan wanita untuk menjaga etika sebagai sosok yang dianggap mewakili kepribadian seorang wanita.

Daftar Tokoh Perempuan Berprestasi Dunia Tampil di Video Google Doodle Hari Perempuan Internasional

"Menjadi anggota dewan itu tidak mudah,banyak hal yang harus diperhitungkan apalagi sebagai seorang wanita. ada beberapa etika yang dianggap wajar bagi pria tapi tidak pantas dilakukan oleh wanita sehingga saya ya harus bisa menempatkan diri sesuai etika yang ada pada masyarakat" ungkapnya.

Lebih lanjut bebby mengatakan untuk menjadi seorang anggota legislatif harus memiliki kemampuan secara finansial dalam arti tidak bergantung terhadap penghasilan yang diberikan oleh suami.

"Saya tidak memungkiri adanya uang dalam permainan politik, pasang baliho itu bayar membuat baliho juga bayar jadi uang tetap dibutuhkan tetapi fungsinya lah yang harus kita ketahui" jelas anggota DPRD kota Pontianak ini.

Baby juga bercerita bahwa proses sampai ia ada di titik ini tidaklah mudah, banyak hal yang telah ia lewati dan berbagai proses sudah dilaluinya sehingga dipercaya oleh masyarakat menjadi perwakilan wanita yang ada di kota Pontianak dalam menyampaikan aspirasi di kancah politik.

"Saya mulai ikut partai itu tahun 2005 terus berjalan hingga akhirnya sampailah saya di titik sekarang. Proses itu panjang dan tidak mudah tetapi itu menjadikan pembelajaran bagi saya sebagai seorang perempuan dalam menyampaikan aspirasi dan pengambilan keputusan di bidang politik yang berkaitan dengan perempuan" paparnya.

Bebby mengatakan tidak mudah untuk bisa mengambil simpati masyarakat mengingat masih banyak stigma yang yang menganggap wanita tidaklah bijak dalam memimpin dibandingkan dengan laki-laki karena wanita dianggap tidak rasional dan mengedepankan emosional.

Halaman
12
Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved