Human Interest Story
Cerita Riska, Peraih Best Costum pada Pemilihan Model Batik Nusantara Internasional
Ada kebanggaan tersendiri ketika bisa tampil dengan sempurna dan mampu menghasilkan prestasi di bidang permodelan.
Penulis: David Nurfianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
PONTIANAK - Menjadi model tentu merupakan impian bagi banyak orang.
Ada kebanggaan tersendiri ketika bisa tampil dengan sempurna dan mampu menghasilkan prestasi di bidang permodelan.
Hal ini yang dirasakan oleh Riska, dara cantik yang merupakan mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Panca Bhakti Pontianak ketika bisa meriah juara Best Costum II pada Pemilihan Model Batik Nusantara Internasioal yang berlangsung pada 8 Maret lalu bertempat di gedung Kementerian Pariwisata Indonesia.
• Mengenal Jamahari, Seniman Kayong Utara Perancang Batik Seragam Pelajar
Meski tak meraih juara utama sebagai Icon Batik Nusantara, penghargaan yang didapat Riska merupakan pencapaian luar biasa mengingat kompetisi ini tidak hanya diikuti oleh model asal Indonesia saja tetapi juga model asal Singapura dan Malaysia.
"Saya memang bukan pemenang utama, tapi bisa meraih predikat Best Costum II dalam kompetisi yang diikuti lebih dari 300 peserta itu sebuah pencapaian besar untuk saya" ungkap gadis Dayak ini.
Riska mengatakan keberhasilan ini menjadi sebuah kekuatan bagi ia untuk lebih meningkatkan kemampuan di dunia model dan merasa memiliki tanggung jawab yang besar.
Perjalanan awal Riska hingga bisa mengikuti ajang Internasional terbilang cukup berliku mengingat sempat mengalami keterbatasan dana sehingga ia harus membuat proposal sendiri yang diajukan kepada pemerintah daerahnya dalam hal ini Kabupaten Landak.
"Saya sempat bingung waktu awal terpilih sebagai peserta kompetisi Internasional ini karena kurang uang, terus saya mencoba mengajukan proposal ke dinas Landak dan Puji Tuhan saya dibantu," jelasnya.
Bagi Riska keberhasilan ini menjadi awal karirnya dan sebuah kebanggaan bagi keluarga juga pemerintah Kabupaten Landak yang mendukung keberangkatannya.
Riska juga mengatakan bahwa bantuan dari sanggar yang menaunginya berperan besar dalam keberhasilannya.
"Sanggar AL Production yang menaungi saya menjadi titik terbesar saya karena sanggar ini (Al Production) memberi saya kesempatan untuk ikut berpartisipasi pada ajang Internasional yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya," tutur Riska.
Saat ini Riska mengatakan masih ingin fokus pasa kuliahnya, mengingat ia merupakan mahasiswa baru sehingga masih banyak kegiatan kampus yang ingin ia ikuti.
"Sekarang lagi fokus kuliah dulu, karena saya mahasiswa baru. Jadi pingin merasakan dunia perkuliahan, tetapi saya juga rencananya ikut berpartisipasi untuk acara Gawai Dayak naik dango' kabupaten Landak nanti," jelasnya. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak