Hoaks Penculikan Anak di Pontianak, Korban Gigit Lengan Pelaku dan Kabur hingga Patah Tangan

Pihak kepolisian langsung melakukan penyidikan serta mencari keterangan atas informasi kejadian penculikan tersebut.

Tribunpontianak.co.id/Rizki Kurnia
Anggota Jatanras datangi rumah FA di Danau Sentarum, Kamis (12/3/2020), Petugas meminta keterangan terkait informasi kejadian penculikan di SDN 66 yang sempat viral. 

PONTIANAK - Tersebar cepat dimedia sosial informasi terjadinya penculikan anak di Sekolah SDN 66 Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Kamis (12/3/2020).

Pihak kepolisian langsung melakukan penyidikan serta mencari keterangan atas informasi kejadian penculikan tersebut.

Anggota Jatanras Polresta Pontianak meminta keterangan dari Kepala Sekolah SDN 66 Amin.

Ia menceritakan dirinya sedang tidak berada di tempat saat kejadian berlangsung karena ada kegiatan diluar.

Amin hanya mengungkapkan lokasi toilet/WC yang berada di ujung belakang sekolah sehingga sulit dapat pengawasan dari dewan guru

"Jadi waktu kejadian memang saya tidak berada disekolah, saya keluar ngantarkan barang dari sekolah juga. Saya dapat info dari guru olahraganya, katanya kejadian di belakang sekolah, memang pengawasan sulit disitu soalnya WC pojok belakang," kata Amin.

Lalu kepala sekolah memanggil dua orang siswa yang bermain dengan diduga jadi korban penculikan sebagaimana informasi yang tersebar.

Kapolres Sanggau Imbau Masyarakat Tak Terpengaruh Berita Hoaks Penculikan Anak

Kedua siswa tersebut dimintai keterangan oleh anggota Jantaras di ruang Tata Usaha Sekolah terkait kejadian.

Bahkan mendatangi langsung rumah korban untuk mendapatkan informasi lebih dalam terkait kejadian penculikan.

Anggota Jatanras bertemu dengan korban serta keluarga.

Halaman
12
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved