Human Interest Story

Harapan Besar Dibalik Makna Gambar Jembatan Gantung Penanjung di Balik Bungkus Kopi Tono Sekadau

Kopi Tono berasal dari biji kopi Arabika yang dipesan langsung dari Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat.

TRIBUNPONTIANAK/MARPINA SINDIKA WULANDARI
Hartono saat menceritakan awal mula lahirnya Kopi Tono di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (11/3/2020). 

SEKADAU - Berlandaskan kecintaan terhadap minuman Kopi, Hartono (37) berharap Kopi Tono dapat menjadi oleh-oleh khas Sekadau

Kopi Tono adalah produk UKM di Kabupaten Sekadau.

Kopi Tono berasal dari biji kopi Arabika yang dipesan langsung dari Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat.

Meski bukan biji kopi asli Kabupaten Sekadau, sang produsen, Hartono berharap Kopinya dapat menjadi satu diantara oleh-oleh khas Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat seperti layaknya Kopi Aming.

Keinginan itu terlihat dalam ikon yang terdapat di bungkus Kopi Tono.

Dalam desainnya terdapat gambar jembatan gantung Penanjung yang berada di tengah ibukota Kabupaten Sekadau

"Saya memilih gambar jembatan gantung Penanjung karena jembatan itu sudah ada sejak jaman dahulu. Sejak jaman Belanda, dan itu salah satu icon Kabupaten Sekadau" ungkapnya.

Dalam desain bungkus Kopi Tono juga terdapat gambar alat transportasi berupa bus. Hal itu disampaikan Hartono, lantaran bus inilah yang membawa biji kopi miliknya dari Singkawang menuju Sekadau.

Sementara untuk gambar daun kopi, Hartono berharap dapat menggugah keinginan masyarakat untuk menanam berbagai jenis tumbuhan yang bernilai ekonomis.

Terkait nama, Hartono menyebut arti dari nama Kopi Tono adalah sebuah keberuntungan

Halaman
123
Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved