human interest story
Rutan Kelas II A Peringati Isra Mikraj, Ustaz Das’ad Minta Warga Binaan Perbaiki Salat
Bercirikan penyampaian yang lucu serta lugas, pesan - pesan keagamaan yang ia sampaikan pada tausiahnya begitu mengena di hati para warga binaan.
Penulis: Ferryanto | Editor: Didit Widodo
Laporan wartawan Tribun Pontianak, Ferryanto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Ustaz Das’ ad Latif diundang secara khusus pihak Rutan Kelas II A Pontianak untuk memberikan tausiah kepada ratusan warga binaan dalam rangka memperingati Isra Mikraj 1441 Hijriah, Rabu (11/3).
Bercirikan penyampaian yang lucu serta lugas, pesan - pesan keagamaan yang ia sampaikan pada tausiahnya begitu mengena di hati para warga binaan.
Bertempat di lapangan Rutan Kelas II A Pontianak, ratusan warga binaan terlihat sangat antusias menyimak tausiah yang diberikan ustad asli Makasar, Sulawesi Selatan itu. Walaupun acaranya sempat tertunda beberapa jam dikarena kan jadwal pesawatnya mengalami keterlambatan.
Pada tausiahnya, ia menyampaikan agar para warga binaan bersabar dalam menghadapi takdir yang sedang dijalaninya didalam rumah tahanan kelas II A.
Selain itu, ia pun menegaskan bahwa untuk menghadapi takdir yang dijalani, selain sabar para warga binaan juga harus memperbaiki ibadah salatnya.
"Sabar, perbaiki salatmu, Allah yang akan selesaikan masalahmu. Begitu janji Allah, bukan janji caleg," tukasnya yang diikuti tawa seluruh warga binaan.
"Tapi kalau Allah yang janji, pasti Allah kabulkan. Apa janji Allah,.. hey bacok, hey Rahman, hey Ridwan, hey todi, Joni, ada masalahmu..satu sabar, dua perbaiki salatmu," tandasnya.
"Maka selama di rutan ini jangan pikir macam - macam, yang harus kau tingkatkan sabar, perbaiki salat. Tidak ada yang mustahil disisi Allah," lanjutnya.
Ustas Das Ad juga mengingatkan warga binaan terus berdoa dan bertaubat secera bersunguh-sunguh.
"Sudah dibikin tuntutan pasal, tiba-tiba dikabulkan doamu, hakim salah tulis. Tiba - tiba hilang kacamatanya, dibaca salah baca. Ada saja cara Allah untuk mengabulkan doa hambanya, jangan kau fikir bagaimana caranya, Allah yang punya urusan, apa yang kau harus fikir, tingkat kan kesabaran mu, perbaiki salatmu," jelas Ustaz.
"Tidak ada yang menyuruh kalian masuk disini, tapi kau pilih takdirmu masuk sendiri, maka tidak ada jalan lain, sabar," katanya.
Ia pun menyuruh para warga binaan untuk belajar sabar dari kisah Nabi Ayub Alaihi Salam, dimana ia mendapat ujian kehilangan harta bendanya, lalu sakit dengan tubuh dimakan ulat selama 16 tahun lamanya. Kemudian anaknya meninggal dunia serta istrinya pergi meninggalkannya.
"Maka selama di sini adek - adek, jangan bodoh salat masih jarang. Apalagi kalian sudah dipenjara, sudah ada masalahmu, masih juga tidak salat, berarti kalian ini orang - orang yang merugi. Tapi kalau salatmu baik, ngaji mu lancar kau banyak berdoa, betul kau di dalam penjara, dihadapan Allah kalian mulia," tuturnya.
• Kapolresta Komarudin Tinjau Langsung Lokasi Karhutla di Pontianak Tenggara
• Menkes Inggris Positif Corona, Amerika Tembus 1.000 Kasus
"Misal nanti kalian dihina ditetangga, tapi kalian lebih muliah di sisi Allah. Allah berfirman ‘Saya Cinta kepada hambaKk yang bertobat’ dan sinilah (penjara) tempatnya sebaik - baiknya bertobat, oleh karena itu manfaatkan di sini banyak bertobat, jangan merasa malu," pesan Ustad Das Ad Latif menutup tausiyahnya.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Kalbar, Suprobowati yang hadir menyampaikan kegiatan ini merupakan satu di antara agenda pembinaan di Rutan, dan juga merupakan satu di antara 15 resolusi Lembaga Pemasyarakatan.
"Setidaknya dengan kegiatan ini, dapat membuat para narapidana menyadari kesalahan yang bersangkutan, dan bisa merubah pribadinya,"ujarnya.
Ia meyakini dengan kegiatan pembinaan yang berfokus pada keagamaan, para narapidana akan berubah menjadi lebih baik.
"Mereka sudah dewasa, kalau disalahkan pasti akan menolak, tapi kalau di beri contoh dari Ka Lapas atau Karutan nanti mereka akan pahami tujuan pembinaan yang kita lakukan,"jelasnya.
Karutan Kelas II A Pontianak, Muhammad Yani menuturkan bahwa penghuni Rutan Kelas II Pontianak saat ini berjumlah 917 orang, dengan jumlah penghuni yang beragama muslim yakni 653 orang.
Dari jumlah keseluruhan di atas, Ka Rutan mengungkap 60% di antarnya merupakan kasus tindak pidana narkoba. Dengan jumlah penghuni yang melebihi kapasitas, dari rutan yang hanya 220 orang, pendekatan secara keagamanaan dinilainya lebih efektif membuat para warga binaan menjadi lebih baik.
"Di sini kita bebasakan mereka beribadah sesuai dengan kepercayaan dan keyakinan masing - masing, untuk yang muslim kita laksanakan sholat Zuhur dan ashar berjamaah, dan yang untuk Nasrani setiap hari di laksanakan kebaktian, dan juga dengan yang beragama lain,"paparnya.
Dengan hal tersebut, Diharapkan para warga binaan dapat menyadari sepenuhnya kesalahan yang mereka perbuat dengan tidak mengulangi kejahatan dan dapat menjadi manusia yang aktif serta produktif dalam pembangunan.
"Dan yang tidak kalah penting lagi, kita ingin mengubah imej di masyarakat, bahwa sistem sekarang bukan ke penjaraan namun kemasyarakatan,"jelasnya.