Human Interest Story

Hari Kopi Nasional, Kopi Tono dari Sekadau Diharapkan Jadi Minuman Pemersatu Masyarakat

Meski begitu, seperti kebanyakan pelaku UKM. Usaha Kopi Tono juga tidak langsung melejit dan memiliki banyak pelanggan

TRIBUNPONTIANAK/MARPINA SINDIKA WULANDARI
Hartono saat menceritakan awal mula lahirnya Kopi Tono di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (11/3/2020). 

SEKADAU - Bagi pencinta kopi, tentu tau bahwa 11 Maret merupakan hari kopi nasional.

Sebagian orang percaya bahwa kopi adalah minuman yang dapat mempersatukan semua perbedaan

Begitu pula dengan Hartono (37).

Satu diantara pelaku UKM di Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat.

Kisah Serda Desi Setiasari, Anak Tukang Ojek Jadi Kowad TNI, Dipuji Istri Jenderal Andika Perkasa

Saat ini dirinya tengah merintis usaha kecil menengah berupa pengolahan biji kopi Arabika yang berasal dari Kota Singkawang, menjadi kopi bubuk yang bernama Kopi Tono.

Usaha itu telah dijalankannya sejak tahun 2018, hingga saat ini.

"Waktu itu kami ke Sintang, mengobati orang tua kami yang sakit katarak. Kebetulan di Sintang ada saudara yang memproduksi kopi bubuk. Dari situlah keinginan untuk memiliki usaha sendiri muncul," ujarnya saat menceritakan awal mula lahirnya Kopi Tono, Rabu (11/3/2020). 

Meski begitu, seperti kebanyakan pelaku UKM.

Usaha Kopi Tono juga tidak langsung melejit dan memiliki banyak pelanggan

Hartono menceritakan di bulan pertama Kopi Tono hanya laku 20-30 Kilogram perbulan.

Halaman
12
Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved