Hadapi Musim Kemarau, BPBD Landak Petakan Wilayah Rawan Karhutla

Berdasarkan data BPBD Landak, dari 13 Kecamatan yang ada. Ada beberapa Kecamatan yang masuk dalam daerah rawan Karhutla.

TRIBUNPONTIANAK/ALFON PARDOSI
Kepala BPBD Landak Herman Masnur saat ditemui pada Rabu (11/3/2020). 

LANDAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak saat ini mulai memetakan sejumlah wilayah yang dianggap rawan terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ketika memasuki musim kemarau.

Dimana musim kemarau pada tahun 2020 ini diprediksi akan terjadi pada bulan April mendatang.

Berdasarkan data BPBD Landak, dari 13 Kecamatan yang ada.

Ada beberapa Kecamatan yang masuk dalam daerah rawan Karhutla.

Api Karhutla di Pontianak Tenggara Makin Meluas, Belum Ada Tindakan Sampai Saat Ini

"Daerah tersebut yakni di Kecamatan Ngabang, Kecamatan Sengah Temila, Kecamatan Mandor, Kecamatan Jelimpo, Kecamatan Air Besar, dan Kecamatan Kuala Behe," ujar Kepala BPBD Landak Herman Masnur pada Rabu (11/3/2020).

Untuk mengantisipasi Karhutla tersebut, BPBD Landak mengakui sudah melakukan sejumlah upaya.

Termasuk membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana).

"Serta terus berupaya dalam menggalakkan sosialisasi ke masyarakat dari tingkat Kecamatan hingga Desa," ujar Herman.

Lanjut dia, sementara untuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan Karhutla cukup tinggi seperti wilayah-wilayah gambut.

BPBD Landak juga akan memberikan perhatian khusus untuk terus dilakukan pemantauan.

Halaman
12
Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved