Sambut Kedatangan Mahasiswa Baru UT,  Atbah Ajak Mahasiswa untuk Agen Perubahan Pembangunan

"Kita lihat negeri luar, teknologi, digitalisasi, mereka manfaatkan untuk mengembangkan kompetisi diri

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Protokol dan komunikasi pimpinan Setda Sambas
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili saat menyambut kedatangan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) beberapa waktu lalu. 

SAMBAS- Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengajak Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) untuk menjadi agen perubahan kemajuan pembangunan di Kabupaten Sambas, Senin (9/3/2020).

Ia sampaikan, di era Disruptif sekarang ini, segalanya sudah memerlukan sesuatunya serba cepat. Apa-apa, jelas dia selain kualitas, kecepatan juga menjadi penentu.

"Era disruptif, era digital 4.0, mengharuskan kita bersaing dengan cepat. Perubahan begitu cepat, jika kita lambat dalam menyiapkan kompetensi diri, kita akan tergerus menjadi penonton,"
Katanya saat memberikan sambutan bagi Mahasiswa Baru UT 2020-2021 di Gedung Keberbakatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sambas, beberapa waktu lalu.

Pantau Pemeriksaan Kesehatan Calon Jemaah Haji, Ini Pesan Bupati Atbah

Ia menuturkan, bagaimana di era serba cepat ini, selain digitalisasi dalam segala bidang, yang tak kalah penting menurut dia yakni Digital Mindset.

"Jangan kemajuan teknokogi hanya untuk menyebar kebencian, hoaks, pornografi. Digitalisasi harus lebih dari itu," katanya.

"Kita lihat negeri luar, teknologi, digitalisasi, mereka manfaatkan untuk mengembangkan kompetisi diri," tegas Atbah.

Dengan digital mindset, Atbah menyebutkan, fokus yang akan dicapai jelas. Bagaimana infrastrukturnl digital yang ada, menjadi peluang bisnis yang positif menguntungkan.

"Kita lihat UT, sudah menjadikan digitalisasi sebagai peluang. Kelas jarak jauhnya bisa semakin efektif dan efisien dengan adanya teknologi dan digitalisasi," sebut Atbah.

VIDEO: Hindari Virus Corona, Ini Yang Dilakukan Tjhai Chui Mie Bersama Pemuka Agama di Singkawang

Ia pun mengingatkan, sebagai intelektual. Maka adanya digitalisasi, sumber literasi yang digunakan para pencari ilmu atau mahasiswa harus jelas. Referensi yang dipakai lanjut Bupati harus jelas.

"Hindari kegalauan dengan pijakan referensi literasi yang jelas. Itu guna menghindari diri kita dari hoaks, literasi yang jelaslah yang akan membenarkannya," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Atbah juga menyinggung, hubungan digitalisasi dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Diakui dia, teknologi dan digitalisasi memberikan banyak kemudahan referensi Ilmu.

"Diyakini fungsi guru, dosen akan sangat jauh berkurang. Tetapi ingat, para guru atau dosen, masih sangat diperlukan untuk membangun, membentuk karakter moral bangsa ini. Karena digitalisasi, teknologi, tidak mengajarkan itu," tutup Atbah.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved