Aliansi Anak Peladang Desak Enam Terdakwa Dibebaskan Hingga 2.793 Personel TNI-Polri Amankan Sidang

Enam terdakwa perkara Karhutla sebelumnya telah dituntut enam bulan kurungan dan menjalani masa percobaan selama satu tahun oleh Jaksa Penuntut Umum

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ AGUS PUJIANTO
Massa aksi bela peladang mulai bergerak menuju Pengadilan Negeri Sintang untuk mengawal proses persidangan enam peladang yang terjerat hukum, Kamis (21/11) pagi. 

Aliansi Anak Peladang Desak Enam Terdakwa Dibebaskan Hingga 2.793 Personel TNI-Polri Amankan Sidang

SINTANG, TRIBUN - Pengadilan Negeri Sintang menggelar sidang lanjutan terhadap enam terdakwa atas kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), diagendakan dimulai pukul 09.00 WIB, Senin (9/3/2020).

Agenda dalam sidang lanjutan kali ini adalah pembacaan putusan hukuman terhadap enam peladang tersebut.

Enam terdakwa perkara Karhutla sebelumnya telah dituntut enam bulan kurungan dan menjalani masa percobaan selama satu tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejari Sintang.

Tuntutan dibacakan oleh JPU di depan majelis hakim yang dipimpin oleh Hendro Wicaksono di Ruang Cakra, Rabu (12/2/2020) lalu.

Seperti persidangan sebelumnya, Aliansi Solidaritas Anak Peladang (ASAP) juga akan melakukan aksi damai di depan pengadilan.

Masih belum diketahui berapa jumlah masa aksi damai yang akan turun.

Aron Harapkan Aksi Damai Bela Peladang di Sintang Berlangsung Aman dan Lancar

Namun, pihak keamanan sudah menyiagakan personel dan sarana prasarananya agar saat sidang putusan dapat berjalan aman, damai dan tertib.

Kasus yang menjerat enam peladang ini menyita banyak perhatian masyarakat, setiap kali sidang digelar, sejumlah masyarakat setia mengawal dan meminta pengadilan membebaskan enam terdakwa.

Persatuan Peladang Tradisional Kalimantan Barat, meyakini majelis hakim yang menangani proses hukum enam peladang di Pengadilan Negeri Sintang dalam perkara kebakaran hutan dan lahan berpihak memenangkan dan membebaskan peladang.

Halaman
1234
Penulis: Agus Pujianto
Editor: Syahroni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved