Masuk Dalam Kategori Kerawanan Tinggi di Pilkada 2020, Bawaslu Minta Warga Laporkan Pelanggaran

Nur Soleh menyebut berbagai upaya antisipasi kerawanan tersebut telah dilakukan oleh Bawaslu Sekadau.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Ketua Bawaslu Kabupaten Sekadau, Nur Soleh 

SEKADAU- Bawaslu Kabupaten Sekadau sebut Kabupaten Sekadau masuk dalam beberapa kategori kerawanan tinggi se-kalimantan Barat pada Pilkada 2020, diantaranya

Untuk Indikator Mobilisasi Dengan Intimidasi dan Politik Uang, Kabupaten Sekadau menempati posisi paling rawan ke 3 setelah Kabupaten Sambas, dan Ketapang, dengan jumlah persentase 65,79%

Untuk Indikator Tidak Netralnya ASN, TNI-Polri, Kabupaten Sekadau juga menempati posisi ketiga setelah Kabupaten Bengkayang dan Sambas, dengan persentase 63,89%

Sementara untuk Kabupaten dengan kerawanan tinggi dalam Dimensi Kontestasi, Kabupaten Sekadau masuk dalam 2 indikator diantaranya

Indikator Konflik Antar Peserta dan Pendukung, Kabupaten Sekadau menempati posisi kedua setelah Kabupaten Melawi

Untuk indikator Kampanye di Luar Jadwal, Kabupaten Sekadau menempati posisi kelima, setelah Kapuas Hulu, Melawi, Ketapang, dan Sambas.

Lasarus Amini Koalisi PDIP-PAN di Pilkada 2020, Ini Daerah-daerahnya

Selanjutnya bagi Kabupaten dengan kerawanan tinggi Dimensi Partisipasi Politik, Kabupaten Sekadau juga masuk dalam 2 indikator seperti

Indikator Partisipasi Pemilih di bawah 77,5 %. Kabupaten Sekadau berada pada posisi Keempat, setelah Bengkayang, Ketapang dan Sambas

Untuk Indikator Rendahnya Partisipasi Masyarakat Dalam Pengawasan Pilkada, Kabupaten Sekadau menempati posisi kelima, setelah Melawi, Kapuas Hulu, Bengkayang dan Ketapang

Sedangkan untuk Kabupaten Dengan Kerawanan Tinggi, Dimensi Penyelenggara Pemilu Yang Bebas dan Adil, Kabupaten Sekadau hanya masuk dalam satu indikator yakni

Halaman
12
Penulis: Marpina Sindika Wulandari
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved