IOM Lakukan Penelitian Human Trafficking di Wilayah Perbatasan, Ini Hasil Pemetaannya

Pertama bahwa keempat daerah tersebut memiliki resiko tindak pidana perdagangan orang.

Tribunpontianak.co.id/Ferryanto
Suasana diskusi publik dan diseminasi hasil pemetaan situasi perdagangan orang di Perbatasan yang di gelar IOM. Jumat (6/3/2020) 

PONTIANAK - Internasional Organization For Migration (IOM) menggelar diskusi Publik dan Diseminasi Hasil pemetaan situasi perdagangan orang di wilayah Perbatasan, Jumat (6/3/2020).

Kegiatan Diskusi yang di gelar di Qubu Resort ini di hadiri oleh berbagai tamu undangan dari berbagai instansi, terlihat di kursi undangan Wakil Bupati Sambas Hairiah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalbar, perwakilan BP3TKI Pontianak, serta beberapa pejabat lainnya.

Among Pundhi Resi, selaku Nasional Program officer IOM Indonesia, yang menangani Program Penanggulangan Perdagangan Orang dan Lintas Tenaga Kerja menyatakan bahwa pihaknya melakukan kajian di 4 (empat) daerah di Kalimantan, 3 (tiga) diwilayah Kalbar, dan 1 diwilayah Kaltara.

Pemkab Sekadau dan PT Katadata Resmi Jalin Kerjasama Untuk Penelitian dan Publikasi

"Di Kalbar kita meliputi Sanggau, Sambas dan Kapuas Hulu, dan Kaltara nya itu Nunukan,"katanya.

Penelitian tersebut di lakukan dalam waktu sekira satu tahun, yakni sejak Desember 2018 hingga Desember 2019.

Dalam penelitian tersebut IOM memetakan beberapa hal.

Pertama bahwa keempat daerah tersebut memiliki resiko tindak pidana perdagangan orang.

"Yang tidak hanya terjadi secara lintas batas, tetapi juga secara internal, artinya perdagangan orang yang terjadi di wilayah mereka sendiri, misalnya di rekrut di Sanggau dan di Eksploitasi di Kapuas Hulu,"katanya.

Kemudian, pihaknya menemukan bahwa perekrutan perdagangan orang dilakukan dengan berbagai metode yang juga mengikuti perkembangan jaman.

"Rekrutmen ada yang secara tradisional, yaitu melalui Calo, Sponsor, atau melalui rekrutmen agensi, tetapi sekarang juga berkembang dengan menggunakan metode non tradisional, perekrutan dengan media sosial dan teman Sebaya, itu menjadi marak,"tutur Among Pundhi Resi.

Halaman
12
Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved