Bermalam di Hutan, Survei Sarang Orang Utan di Taman Nasional Gunung Palung

Dugaan kami, keberadaan orang utan sangat sedikit, bahkan mungkin saja sudah pindah ke tempat lain yang lebih aman.

Bermalam di Hutan, Survei Sarang Orang Utan di Taman Nasional Gunung Palung
IST/Yayasan Palung-Ketapang
SARANG ORANG UTAN - Aktivis Yayasan Palung dan Balai Taman Nasional Gunung Palung (BTNGP) survei sarang orang utan dan fenologi pohon pakan orang utan di sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Palung di Desa Sempurna dan Matan Jaya dan digelar pafa 10 Februari sampai 1 Maret 2020. 

CITIZEN REPORTER

* Penulis: Petrus Kanisius & Andre Ronaldo | Yayasan Palung

Yayasan Palung dan Balai Taman Nasional Gunung Palung (BTNGP) melakukan survei sarang orang utan dan fenologi pohon pakan orang utan di sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Lokasi tersebut di Desa Sempurna dan Matan Jaya dan digelar pada 10 Februari sampai 1 Maret 2020. Saat survei kami bermalam di hutan yang saat itu dalam kondisi banjir.

Survei di dua desa ini merupakan survei sarang terakhir dari survei sarang jangka panjang yang dilaksanakan sejak bulan Februari 2019. Survei sarang ini dilaksanakan di 13 lokasi dengan total 50 transek.

Pertama, kami melakukan survei di Desa Sempurna selama dua minggu. Kami berangkat menggunakan kendaraan roda empat double gardan dengan melewati jalan tanah yang becek.

Mobil sempat amblas, kami berusaha mendorong namun gagal. Hingga hari menjelang malam, kemudian kami mencari bantuan, untung saja ada alat berat terdekat. Akhirnya mobil kami berhasil ditarik alat berat tersebut. Kami melanjutkan perjalanan dan sampai di Resort Jihing pada malam hari.

PANTAU SARANG - Seorang aktivis Yayasan Palung memantau sarang orang utan saat melakukan survei sarang orang utan dan fenologi pohon pakan orang utan di sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Palung di Desa Sempurna dan Matan Jaya. Kegiatan ini bekerjasama dengan dan Balai Taman Nasional Gunung Palung (BTNGP).
PANTAU SARANG - Seorang aktivis Yayasan Palung memantau sarang orang utan saat melakukan survei sarang orang utan dan fenologi pohon pakan orang utan di sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Palung di Desa Sempurna dan Matan Jaya. Kegiatan ini bekerjasama dengan dan Balai Taman Nasional Gunung Palung (BTNGP). (IST/Yayasan Palung-Ketapang)

Lokasi survei di Desa Sempurna merupakan hutan sekunder, dengan tipe habitat hutan rawa air tawar. Di desa ini terdapat 2 lokasi survei, masing-masing 4 transek, panjang transek 1 km, jarak antar transek 200 meter.

Jarak dari resort Jihing ke titik lokasi pertama adalah 5 km, sedangkan lokasi kedua berjarak 8 km. Kami menggunakan longboat menyusuri anak sungai dengan jarak tempuh kurang lebih 1 km. Kemudian, dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan berbukit dan rawa terendam. Kami sangat terbantu oleh porter untuk membawa perlengkapan riset dan logistik melewati medan yang ekstrim.

Di lokasi survei Desa Sempurna kami tidak membuat tenda di tanah, melainkan menggunakan flying camp (menggunakan hammock dan flysheet) untuk istirahat karena kondisi banjir.

Sedangkan untuk logistik, diamankan di satu titik yang tanah sedikit tinggi (mungguk/natai dalam istilah lokal) agar tidak terkena banjir. Tipe habitat pada lokasi itu adalah hutan rawa air tawar, jadi tergenang air saat musim penghujan. Hal ini menjadi tantangan saat melakukan survei, walaupun demikian survei masih bisa berjalan lancar.

BANJIR - Para aktivis Yayasan Palung dan Balai Taman Nasional Gunung Palung (BTNGP) melewati banjir saat survei sarang orang utan dan fenologi pohon pakan orang utan di sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Palung di Desa Sempurna dan Matan Jaya. Kegiatan ini digelar pada 10 Februari sampai 1 Maret 2020.
BANJIR - Para aktivis Yayasan Palung dan Balai Taman Nasional Gunung Palung (BTNGP) melewati banjir saat survei sarang orang utan dan fenologi pohon pakan orang utan di sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Palung di Desa Sempurna dan Matan Jaya. Kegiatan ini digelar pada 10 Februari sampai 1 Maret 2020. (IST/Yayasan Palung-Ketapang)
Halaman
123
Penulis: Stefanus Akim
Editor: Stefanus Akim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved