Memperkuat Tiga Pilar Dalam Organisasi IPPNU Kubu Raya

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pembacaan shalawat Bariyah sebanyak 4444 kali

IST
Memperkuat Tiga Pilar Dalam Organisasi IPPNU Kuburaya 

Citizen Reporter

PONTIANAK - IPPNU Kubu Raya mengadakan kegiatan pembacaan shalawat pada acara Hari Ulang tahun IPPNU yang ke 65, bertempat di aula koperasi syariah Sui Ambawang, Selasa tanggal (3/3/ 2020).

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pembacaan shalawat Bariyah sebanyak 4444 kali, kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Muhammad Hamid, selaku pembina IPPNU yang saat ini menjabat anggota Bawaslu Kalbar.

Dalam acara itu juga di hadirkan Jumiati, M. Pd, Farida Asy'ari, MHI, dan Jalilah Asy'ari untuk tambahan kegiatan Refleksi perjalanan IPPNU Kubu Raya.

ketua IPPNU Kubu Raya, Jumiati pertama sejak dirintis menjelaskan bahwa dalam berorganisasi harus saling memahami keadaan kondisi situasi dalam organisasi, jangan masuk anggota IPPNU hanya ingin mencari tenar dan terkenal, tapi bagaimana harus punya jiwa ingin membesarkan organisasi.

Puluhan Ribu Umat Muslim Hadiri Sintang Bersalawat Untuk NKRI

Sedangkan, Farida Asy'ari dalam refleksi tersebut sedikit memberikan wawasan yang harus dimiliki Anggota IPPNU, beliau menyebutkan setidaknya ada tiga pilar dalam berorganisasi.

Pertama adalah bisadaqatin atau dengan sedekah, artinya bahwa dalam berorganisasi harus memberikan apa yang dimiliki. Jika punya ilmu, maka ilmu itu harus diajarkan kepada anggota atau orang lain. Jika harta yang anggota tersebut miliki, maka sedekah dengan hartanya.

Jika tidak memiliki harta dan juga ilmu, setidak-tidaknya adalah tenaga kita bisa kita berikan kepada IPPNU, Sedangkan yang kedua adalah ma’ruf, yakni berbuat baik.

"Artinya seorang anggota IPPNU tidak hanya bermodal cantik, pendidikan tinggi, namun yang terpenting adalah akhlakul karimah. Kita harus menjadi manusia yang sejatinya manusia,” ujarnya.

Untuk pilar ketiga adalah transformasi membangun peradaban. Artinya dalam berorganisasi harus menerapkan kerja kolektif. Membangun peradaban masyarakat yang adil, sejahtera, dan makmur harus dilakukan secara bersama, bahu-membahu, dan harus dibiasakan dari sekarang jangan terlalu kagum dengan kebersamaan, namun harus membiasakan diri dengan perbedaan gunan untuk mencapai tujuan bersama.

Jika kader IPPNU memahami tiga pilar tersebut, maka seluruh dimensi kegiatan organisasi harus memiliki kerangka yang mengarah kepadanya.

Sedangkan Jalilah sebagai panelis terakhir menjelaskan sedikit tentang perjalanan menjadi ketua IPPNU, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa, IPPNU dan IPNU sudah baik mengingat kegiatannya telah berkerangka dan mengarah, dan dalam penyelenggaraan kegiatannya selalu memiliki dimensi kemanusiaan.

Ia juga memperkuat apa yang dijelaskan oleh Farida bahwa yang disampaikan Farida tidak ada gunanya jika, tidak ada manfaatnya berorganisasi, ber-IPNU, ber-IPPNU, berormas, kalau tidak melahirkan apa yang disebut tiga pilar tadi. Oleh karenanya bagaimana saat kita aktif diorganisasi harus pandai mencari peluang.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved