Corona Masuk Indonesia

Virus Corona Masuk Indonesia, Ketahui Kelompok Usia Rentan Terinfeksi Corona Virus

Sebelumnya, dua WNI tersebut menjalin kontak langsung dengan WN Jepang yang dinyatakan positif virus corona di Malaysia.

ShutterStock
Virus Corona Masuk Indonesia, Ketahui Kelompok Usia Rentan Terinfeksi Corona Virus 

Penyebaran virus corona pun semakin membuat banyak orang membeli dan menimbun masker.

Namun, apakah penggunaan masker benar-benar efektif untuk mencegah virus Covid-19 tersebut?

Jawabannya adalah tidak.

Spesialis pencegahan infeksi sekaligus profesor kedokteran dan epidemiologi di Fakultas Kedokteran Iowa University, Eli Perencevich, memberikan penjelasannya.

Dilansir Forbes.com, Perencevich menerangkan, seseorang tidak perlu memakai masker.

Virus corona menyebakan harga masker di China naik enam kali lipat.
Virus corona menyebakan harga masker di China naik enam kali lipat. (Hollywoodreporter via Sonora.id)

Bahkan, jika ada kasus virus corona di sekitarnya, seseorang tetap tak perlu menggunakan masker.

"Anda tidak perlu memakai masker bedah, masker N95, masker respirator, atau apa pun untuk melindungi diri Anda dari virus corona. Anda bukan hanya tidak membutuhkannya, tetapi juga tidak boleh memakainya," ujar Perencevich.

Perencevich menegaskan, orang sehat tidak perlu memakai masker.

Tidak ada bukti bahwa orang sehat yang memakai masker benar-benar terlindung dari virus corona.

Sebaliknya, penggunaan masker justru dapat meningkatkan risiko terinfeksi Covid-19 dalam kondisi tertentu.

"Mereka memakainya secara salah, dan itu dapat meningkatkan risiko infeksi karena mereka lebih sering menyentuh wajah mereka," terangnya.

Pakailah Masker Hanya Jika Anda Sakit

Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Tanggap COVID-19 guna mengantispasi penyebaran virus korona di Jakarta pasca telah diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Tanggap COVID-19 guna mengantispasi penyebaran virus korona di Jakarta pasca telah diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Virus Corona ditularkan melalui tetesan, bukan udara.

Itu berarti, masker bedah standar yang biasa digunakan tidak akan membantu.

Masker dirancang untuk menjaga agar tetesan atau percikan tetap masuk, bukan untuk mencegahnya.

Selain itu, adanya masker dimaksudkan agar pemakainya, yakni orang yang sakit, tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain.

"Satu waktu di mana Anda membutuhkan masker adalah jika Anda sakit dan harus keluar dari rumah," kata Perencevich.

Profesor tersebut mengungkapkan, masker hanya efisien digunakan jika seseorang terserang flu atau merasa dirinya terjangkit Covid-19.

Jika kondisi itu terjadi, saat itulah seseorang perlu mengenakan masker untuk mencegah orang lain tertular.

Ketika di rumah, orang yang sakit juga perlu memakai masker untuk tidak menulari anggota keluarga.

Dalam kasus lain, penggunaan masker diperlukan jika seseorang merawat orang lain yang terserang virus corona dalam jarak dekat.

Perencevich menegaskan, baik perawat maupun pasien harus menggunakan masker.

(Tribunnews.com/Citra Agusta Putri Anastasia)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ini Golongan Usia yang Lebih Rentan Terjangkit Virus Corona hingga Meninggal, Termasuk Jenis Kelamin

(*)

Editor: Rizky Prabowo Rahino
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved