Pupuk Subsidi Langka, Komisi II DPRD Kalbar Segera Panggil OPD Terkait

Kita juga akan mengecek dilab Sucofindo atau lab di Fakultas Pertanian terkait kandungan pupuk subsidi, apakah sesuai spesifikasi atau tidak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ridho Panji Pradana
Anggota DPRD Provinsi Kalbar, H Affandie AR 

PONTIANAK - Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, H Affandie AR mengungkapkan jika pihaknya akan segera bersikap mengenai langkanya pupuk subsidi.

"Kita dikomisi II sudah rapat membahas pupuk bersubsidi yang mana setiap musim tanam pupuk bersubsidi langka," ungkap Affandie, Selasa (3/3/2020).

Sikap yang diambil itu ialah menjadwalkan pada 23 April 2020 sesuai dengan jadwal banmus yang ada memanggil dinas terkait.

Baik dinas pertanian, dinas perkebunan, dinas koperasi UMKM, dinas perdagangan dan industri, dinas perikanan dan kelautan hingga dengan perusahaan pupuk Indonesia untuk kemudian dilakukan rapat kerjasama.

Angeline: Kelangkaan Pupuk Sebabkan Hasil Panen Petani tak Maksimal

"Kita ingin tau dimana selanya setiap musim tanam pupuk selalu terjadi kekurangan untuk subsidi, kita juga akan mencari tau karena informasi yang dihimpun dilapangan kualitas pupuk subsidi kurang bagus daripada pupuk non subsidi," ungkap Affandie.

Padahal pupuk subsidi yang disubsidi pemerintah, kata Affandie, harga pokoknya tetap sehingga menjadi murah, namun bahan aktif didalam pupuk itu semestimya tidak boleh dikurangi.

"Kita juga akan mengecek dilab Sucofindo atau lab di Fakultas Pertanian terkait kandungan pupuk subsidi, apakah sesuai spesifikasi atau tidak. Selama ini pupuk subsidi, terutama petani sayur mengeluhkan kualitas pupuk subsidi," terang Affandie.

Terlebih, lanjut politisi Partai Demokrat ini jika untuk pupuk itu tentu dimonopoli karena pemerintah mempercayakan pada Perusahan Pupuk Indonesia.

Namun dengan banyaknya distributor, kata dia, dikhawatirkan terjadi disparitas harga antara pupuk subsidi dan non subsidi.

"Maka akan dipanggil, kita juga mau tanyakan sistem pengawasannya seperti apa, apakah masih ada, karena pengawasan melibatkan banyak stakeholder," pungkas Affandie. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved