Kepala Bappeda Kapuas Hulu Sebut 31,3 Persen Warga Sungai Kapuas Terkena Stunting

Nasir menjelaskan, faktor utama stunting adalah persoalan pola hidup sehat yang kurang dipahami

Tribunpontianak.co.id/Sahirul Hakim
Kepala Bappeda Kapuas Hulu H Abang Muhammad Nasir saat memberikan katasambutan dalam acara forum konsultasi publik rancangan awal RKPD tahun anggaran 2021 Kabupaten Kapuas Hulu, di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Senin (2/3/2020). 

KAPUAS HULU - Kepala Bappeda Kapuas Hulu H Abang Muhammad Nasir menyatakan kurang lebih dari sekitar 31,3 persen masyarakat di wilayah Sungai Kapuas terkena kasus stunting.

"Kami bekerjasama dengan pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan, Desa dan Elemen Masyarakat terus berupaya memberikan pelayanan untuk memberantas masalah stunting tersebut," ujarnya, Selasa (3/3/2020).

Nasir menjelaskan, faktor utama stunting adalah persoalan pola hidup sehat yang kurang dipahami atau dilakoninya oleh masyarakat itu sendiri.

"Diharapkan persoalan stunting di Kapuas Hulu terus menurun angka persen tersebut," ungkapnya.

Penyebab Stunting di Daerah Aliran Sungai Kapuas Versi Pemerintah

Seorang warga sungai Kapuas di Kecamatan Bunut Hilir, Rusli menyatakan bisa jadi pola hidup sehat masyarakat kurang baik, mungkin akhirnya timbul stunting. "Manjadi pertanyaan kita adalah, mengapa daerah sungai Kapuas, kasus stunting paling banyak," ujarnya kepada Tribun.

Menurutnya, ada faktor lain harus dilakukan oleh Pemerintah. Jangan sampai dikaji dari sisi faktor saja, tapi dari lingkungan yang sudah tidak sehat harus dikaji juga.

"Kita lihat apakah air sungai Kapuas sudah betul-betul masih layak untuk dikonsumsi atau kah sudah tercemar," ungkapnya.

Warga Sungai Kapuas lainnya dari Kecamatan Jongkong, Zainal menyatakan kalau alasan faktor pola hidup sehat masyarakat kurang baik, bisa jadi penyebab stunting.

"Saya rasa hal sama juga pola hidup sehat masyarakat di perkotaan kurang baik. Terus mengapa hanya masyarakat di daerah sungai Kapuas, terkena stunting," ujarnya.

Zainal juga menjelaskan, tidak hanya faktor pola hidup sehat yang diperbaiki, tapi ada pencemaran lingkungan di sungai Kapuas.

"Menurut saya perlu di kaji oleh pemerintah kita. Dimana masih ada masyarakat mengkonsumsi air sungai Kapuas," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved