Jadi Saksi Perkara Korupsi, Aleksius Akui Dimintai Uang Oleh Gidot

Sehingga, pada persidangan kasus Tipikor yang menjerat Suryadarma Gidot yang di gelar di Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak

Tribunpontianak.co.id/Ferryanto
Suasana Persidangan Kasus Korupsi Bupati Bengkayang Non aktif Suryadman Gidot, di Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak. Selasa (3/3/2020). 

PONTIANAK - Penasehat Hukum Suryadman Gidot, Andel menyatakan bahwa pihaknya batal menghadirkan saksi yang meringankan kliennya dengan alasan tidak perlu melakukan hal tersebut.

Sehingga, pada persidangan kasus Tipikor yang menjerat Suryadarma Gidot yang di gelar di Pengadilan Negeri Tipikor Pontianak, Selasa (3/3/2020), Aleksius kepala Dinas PUPR Bengkayang di hadirkan sebagai saksi oleh JPU.

"Kami dari tim penasehat hukum ni menganggap tidak perlu menghadirkan saksi, sehingga para terdakwa menjadi salah satu saksi mahkota,"katanya.

Sidang Lanjutan Suryadman Gidot, Aleksius Gunakan Orang Lain Tawarkan Proyek dan Transfer Uang

Dari hasil persidangan, Andel menyatakan bahwa Aleksius di perintah oleh Suryadman Gidot untuk mencari uang sebanyak 500 juta untuk menghadapi perkara Bankiu.

"Aleksius pada Intinya di perintah untuk mencari uang dalam hal menghadapi perkara Bankiu, itu aja intinya. dan Penggunaannya itu tidak tau, tapi yang jelas dia disuruh mencari uang, di perintah oleh pak Bupati,"ujarnya.

"Dia diminta 500 juta, dan baru terkumpul 340 juta, dan saat dilakukan penyerahan terjadinya lah OTT,"tambahnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved