Dinas Kesehatan Kalbar Lakukan Kolaborasi Entaskan Stunting di Kalbar

Harrison mengatakan hal yang paling utama terkait stunting ini adalah pada lingkungan yang masih kurang baik.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Peserta pertemuan penyusunan perencanaan teknis SKPD tingkat provinsi Kalimantan Barat bidang kesehatan di Hotel Harris Pontianak, Selasa (3/3/2020). Pada kesempatan ini Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr.Harisson Azroi menyampaikan menurut riset kesehatan dasar tahun 2018 stunting di Kalbar turun menjadi 33,3 persen. 

PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan menurut Riset kesehatan dasar tahun 2018 Stunting di Kalbar mencapai 33,3 persen.

Namun angka ini turun dari tahun sebelumnya yaknj diangka 38 persen . Ia berharap amgka ini akan turun terus .

Harrison  mengatakan hal yang paling utama terkait stunting ini adalah pada lingkungan yang masih kurang baik.

" Kalau lingkungan jelek banyak anak-anak kita tersebar penyakit dengan mudah terinfeksi penyakit. Dia akan menurun imunitasnya. Disamping itu ketahanan pangan, perekonomian, dan pengetahuan ibu tentang makanan yang bergizi itu masih belum baik," ujar Harrison.

Hadiri Rapat Koordinasi Kementerian PPN, Pemprov Kalbar Usul 3 Proyek Prioritas Strategis

Hal ini disampaikannya usai menghadiri
Pertemuan rapat teknis SKPD Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar di Hotel Harris Pontianak, Selasa (3/3/2020).

Ia mengatakan stunting menyebar diseluruh kabupaten kota di Kalbar. Saat ini stunting di Kalbar cukup tinggi dan memang Pemerintah harus keroyokan tidak hanya Dinkes tapi juga dengan sektor-sektor lain.

" Dia ada intervensi spesifik dengan intervensi sensitif itu perlu peran dari sektor lain. Ketahanan pangan, perekonomian, sektor lingkungan. Memang stunting memang harus cegah karena memang kita harus mempersiapkan generasi muda Kalbar untuk menjadi generasi yang cerdas dan siap di tahun 2045 dimana Indonesia menjadi 4 negara besar di dunia," jelas Harrison.

Ia mengatakan akan melakukan program-program dari Dinas Kesehatan yang bisa diterima oleh masyarakat langsung.

"Kami akan melakukan penyuluhan langsung ke posyandu ke perkumpulan ibu-ibu. Bagaimana cara mereka mengajarkan kelompok remaja, ibu hamil agar mendapatkan gizi yang baik. sehingga nanti akan lahir bayi-bayi yang sehat," jelasnya.

Ia berharap seluruh petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan terhadap kelompok ibu-ibu dan mereka diharapkan langsung mendemokan bagaimana cara memasak untuk makanan bayi yang baik dan bergizi.

" Terkait Kalbar Zero Stunting kita usaha sama-sama harus ada tekat dan optimisme kerja keras dan kolaborasi dengan sektor lain," pungkas Harrison.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Anggita Putri
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved