Bentuk Kepengurusan Komite Seni dan Budaya Nasional di Kalbar, Sujiwo Gandeng Semua Etnis

Kemudian Sujiwo menyampaikan dalam kepengurusan KSBN Kalbar pun bakal dipastikan akan diwakili oleh semua etnis yang ada di Kalbar.

TRIBUNPONTIANAK/MUZAMMILUL ABRORI
Foto Bersama kepengurusan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kalimantan Barat, pada Selasa (3/3/2020). 

KUBU RAYA - PT Kepengurusan Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kalimantan Barat akhirnya telah resmi terbentuk.

"Kepengurusan sudah lengkap dan dalam waktu dekat kita akan audiensi dengan Gubernur Kalimantan Barat," ungkap Ketua KSBN Kalbar terpilih Sujiwo, seusai pembentukan kepengurusan yang dilakukan di The Q Hall Convention Center Qubu Resort Kubu Raya, pada Selasa (3/3/2020).

Ketua KSBN Kalbar terpilih itupun juga mengatakan, nantinya nama-nama yang sudah tercatat untuk mengisi struktur kepengurusan, akan diajukan ke KSBN Pusat untuk kemudian di-SK-kan.

Kemudian Sujiwo menyampaikan dalam kepengurusan KSBN Kalbar pun bakal dipastikan akan diwakili oleh semua etnis yang ada di Kalbar.

MABT Kalbar Gelar Coffee Morning Lintas Etnis

Hal itu sengaja dilakukan, karena menurut Sujiwo untuk mencerminkan bahwa semua etnis yang ada di Kalbar bisa disatukan melalui seni dan budaya.

"Total ada 22 etnis yang tergabung di KSBN. Saya suku Jawa, sekretarisnya Melayu, bendaharanya Madura, kemudian ketua hariannya Dayak. Memang sengaja kita bikin begitu karena Kalbar ini kan multietnis dan kaya akan seni budaya." 

"Nah, dengan terbentuknya KSBN ini, diharapkan jadi perekat dan pemersatu semua kelompok etnis dan budaya di Kalimantan Barat," ungkap Sujiwo.

Lebih lanjut Wakil Bupati Kubu Raya ini pun berkomitmen akan memajukan seni dan budaya di Kalbar, sebagaimana tujuan dibentuknya organisasi KSBN.

Dan di bawah kepemimpinannya itu, Sujiwo juga bertekad akan menjadikan KSBN sebagai wadah bagi para seniman dan pegiat seni budaya untuk mengembangkan kreasi dan inovasi di bidang seni budaya.

"Kita ketahui bersama bahwasanya Kalbar ini mulitetnis dan multibudaya. Kemudian selama ini harus kita akui memang keberadaan para pelaku dan penggiat seni budaya itu lebih banyak yang mandiri."

Halaman
12
Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved