Delapan Kali Gagal Arina Nurfianti Akhirnya Berhasil Lanjut Program Doktoral di Inggris

Arina mengambil Studi PhD of Nursing and Health Sciences di bidang demensia alzheimer University of Glasgow, United Kingdom.

Tribunpontianak.co.id/Anggita Putri
Dosen Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Arina Nurfianti (34) membuahkan hasil setelah delapan kali gagal mendaftar beasiswa akhirnya diterima beasiswa LPDP untuk melanjutkan Program Doktroral di University of Glasgow, United Kingdom , Minggu (1/3/2020) . 

PONTIANAK - Perjalanan Dosen Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, Arina Nurfianti (34) membuahkan hasil setelah delapan kali gagal mendaftar beasiswa akhirnya ia diterima beasiswa LPDP untuk melanjutkan Program Doktroral di University of Glasgow, United Kingdom.

Arina mengambil Studi PhD of Nursing and Health Sciences di bidang demensia alzheimer University of Glasgow, United Kingdom.

Kepada Tribun Pontianak dirinya menceritakan perjalanan panjangnya mempersipakan diri untuk upply beasiswa dari 2016 hingga di 2018 baru memberanikan diri untuk mendaftar beasiswa . Walaupun sudah mencoba dan berusaha tapi ia berkali-kali gagal hingga akhirnya di 2019 bisa lulus beasiswa dari LPDP.

Setelah delapan kali gagal , pada tahap pendaftaran beasiswa ke sembilan kalinya ia bisa mendapatkan hasil yang memuaskan dan sesuai dengan apa yang telah dirinya impikan selama ini.

Terlambat 14 Menit, Mahasiwi Doktoral Ini Tampar dan Hina Petugas di Bandara

Selain menjadi dosen ia juga seorang ibu yang mempunya satu anak yang berusia tujuh tahun. Jadi ia harus pandai membagi waktu antara tugas menjadi isti dan ibu dari anaknya, serta kewajibannya juga mengajar karena ia adalah seorang dosen dan kegigihannya mempersiapkan diri mencari beasiswa.

Ia mengatakan setelah selesai studi doktoral dirinya akan kembali mengabdi di Untan . Sebelumnya ia telah menyelesaikan program sarjana (S1 ) di Universitas Airlangga Surbaya , dan Magister (S2) Di Bidang Keperawatan Medical Bedah di UI.

“Saya memilih untuk lanjut studi S3 diluar kalau bicara untuk tujuan studi doktoral sejak lulus S2 memang sudah menjadi cita-cita untuk lanjut studi doktoral di luar negeri,” ujarnya , Minggu (1/3/2020)

Karena ada beberapa bidang pemitan waktu S2 keahliannya memang hanya ada diluar negeri. Sementara masalah yang ada di Kalbar banyak dibidang yang ia tekuni seperti dibidang saraf, kemampuan berfikir dan adaptasi stres.

Salah satu liding untuk riset penelitiannya ada di Inggris dan memilih disana karena memang profesor dan ahli dibidang tersebut banyak.

“Sementara Kalbar punya masalah yang harus diatasi sehingga saya rasa mungkin salah satu pilihan yang tepat untuk lanjut studi disana dan dibawa ilmunya kembali untuk membantu dan berkontribusi untuk Kalbar ,” ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Anggita Putri
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved