Waspadai Virus Corona, Gubernur Sutarmidji Batalkan Pertemuan di Jepang dan Thailand

Lanjut disampaikannya, larangan untuk tenaga asing keluar masuk di Kalbar masih berlaku.

Waspadai Virus Corona, Gubernur Sutarmidji Batalkan Pertemuan di Jepang dan Thailand
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Kalbar, Sutarmidji saat ditemui di Ruang Kerjanya. 

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengingatkan warga tetap tenang dan jangan panik, terhadap wabah virus corona yang tengah melanda dunia.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ditemukan infeksi dari virus yang berasal dari Wuhan, Cina di Kalbar bahkan Indonesia.

Akan tetapi, waspada dan pengetatan pemeriksaan pintu keluar masuk orang tetap harus dilakukan.

Kalbar khususnya mempunyai tiga border atau PLBN resmi, Entikong di Sanggau, Badau di Kapuas Hulu dan Aruk di Sambas.

Akibat Dampak Menakutkan Coronavirus, Asperindo Catat Pengiriman Barang Impor Turun hingga 30 Persen

Kemudian ada dua lagi lainnya, Jasa atau Sungai Kelik di Sintang serta Jagoi di Bengkayang.

"Kita punya batas dengan Malaysia sepanjang 972 kilometer, belum lagi sekian banyak jalan tikus yang tak terpantau," ucap Midji saaat diwawancarai Tribun Pontianak, Sabtu (29/2/2020).

Lanjut dijelaskannya, Kalbar juga menpunyai Bandara Internasional dan ada penerbangan dari dan ke Batam termasuk ke Kuching dan Kuala Lumpur.

"Narkoba aja bisa masuk lewat bandara dari Kuala Lumpur, apalagi lalu lintas orang. Saya selalu mengingatkan agar terus waspada tapi jangan panik," ucapnya.

Sebagai orang nomor satu di Kalbar, Midji menegaskan dirinya telah meminta aparat Imigrasi, Karantina dan Bea Cukai harus laksanakan standar operasional prosedur (SOP) dengan ketat, tidak ada toleransi.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dan kabupaten kota dimintanya terus melakukan kewaspadaan.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved