ABK Tenggelam di Melawi

Kronologi Korban Tenggelam di Sungai Melawi Ditemukan Sangkut di Kapal Tongkang

Sekira pukul 18.00 WIB, Tim dari BASARNAS Sintang tiba di Nanga Pinoh dan kemudian ikut melakukan pencarian bersama Polres Melawi

MELAWI - Jamblan Alias Dadang, ABK yang tenggelam di Desa Tanjung Niaga Kecamatan Nanga Pinoh, Melawi, berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, Kamis (27/2/2020).

Warga Kecamatan Serawai, Sintang tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Dadang dikabarkan tenggelam pada Rabu siang kemarin. Warga yang sedang beraktivitas di sekitaran TKP langsung melakukan pencarian dan menghubungi Pihak Kepolisian.

Kemudian, sekira pukul 14.00 WIB, Pihak Polres Melawi dan Polsek Nanga Pinoh tiba di TKP dan langsung melakukan pencarian bersama warga dan dapat ditemukan sepasang sandal yang diduga milik Korban.

Kemudian, sekira pukul 15.00 WIB, Pihak Polres Melawi menghubungi dan berkoordinasi dengan BASARNAS di Sintang untuk meminta bantuan upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan.

Sekira pukul 18.00 WIB, Tim dari BASARNAS Sintang tiba di Nanga Pinoh dan kemudian ikut melakukan pencarian bersama Polres Melawi, Polsek Nanga Pinoh dan warga di sekitar lokasi Korban terjatuh.

ABK Kapal Sembako Tenggelam di Sungai Melawi Ditemukan Meninggal Dunia

Tetapi hingga pukul 21.00 WIB, Korban masih belum ditemukan sehingga upaya pencarian dihentikan dan dilanjutkan kembali pada hari ini.

Sekira pukul 08.00 wib Tim bersama warga melanjutkan pencarian di area TKP.

"Sekira pukul 09.50 wib korban ditemukan oleh warga yang menyelam di bawah lanting milik AJU. Menurut penyelam korban ditemukan tersangkut di bangkai kerangka Kapal Tongkang di bawah lanting," Kapolres Melawi, AKBP Tris Supriadi melalui Paur Subbag Humas, Bripka Arbain, Kamis (27/2).

Sekira pukul 10.05 WIB Kapolsek bersama menyerahkan jenazah ke pihak keluarga. Pihak keluarga kemudian membersihkan jenazah Dadang di lanting.

Kemudian, pada pukul 10.35 WIB pihak keluarga membawa jenazah menuju ke Desa Tanjung Harapan Kecamatan Serawai, Sintang menggunakan speed 40 Hp sebanyak 2 unit.

"Pihak keluarga tidak mau dilakukan otopsi terhadap korban dan pihak keluarga menerima musibah ini dengan ikhlas," ungkap Arbain.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved