Simulasi TNI AU

Pesawat Tempur Asing Dipaksa Turun di Lanud Supadio, Begini Penjelasan Danlanud

Diterangkannya, kegiatan ini menggambarkan suatu Operasional bagaimana Lanud Supadio menangani pelanggaran wilayah udara.

Pesawat Tempur Asing Dipaksa Turun di Lanud Supadio, Begini Penjelasan Danlanud - danlanud-supadio-pontianak-marsekal-pertama-tni-palito-sitorus-qwd.jpg
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Danlanud Supadio Pontianak, Marsekal Pertama TNI Palito Sitorus saat diwawancarai awak media di Lanud Supadio Pontianak, Rabu (26/2/2020)
Pesawat Tempur Asing Dipaksa Turun di Lanud Supadio, Begini Penjelasan Danlanud - personel-tni-au-sergap-pilot-pesawat-tempur-asing-aecf.jpg
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Personel TNI AU sergap pilot pesawat tempur asing yang dipaksa turun di Lanud Supadio Pontianak pada Latihan Alap Gesit 2020, Rabu (26/2/2020).

PONTIANAK - Sebuah pesawat tempur asing dipaksa turun oleh TNI AU dari Lanud Supadio Pontianak, Rabu (26/2/2020) siang.

Dengan dikawal ketat menggunakan pesawat Hawk 100/200, pesawat asing tersebut akhirnya dipaksa turun, dan kemudian sang Pilot diintrogasi oleh petugas.

Ternyata Kejadian tersebut merupakan simulasi atau latihan gabungan dari TNI AU Lanud Supadio Pontianak yang diberi sandi Alap Gesit 2020.

"Hari ini Lanud Supadio mengadakan latihan satuan dimana kita beri nama sandi Alap Gesit 2020, dan latihan ini untuk melihat kemampuan pada personel Lanud Supadio, baik itu Squadron Udara, maupun tim pendukung operasi yang menangani seluruh operasional di Lanud Supadio ini,"ungkap Danlanud Supadio Pontianak, Marsekal Pertama TNI Palito Sitorus.

Karhutla di Kalbar Tak Kunjung Padam, BPPT dan TNI AU Upayakan Hujan Buatan

Diterangkannya, kegiatan ini menggambarkan suatu Operasional bagaimana Lanud Supadio menangani pelanggaran wilayah udara.

"Dimana pesawat - pesawat yang masuk ke wilayah NKRI tanpa izin, akan di aksanakan berbagai tindakan, penghancuran sebelum dia memasuki wilayah Indonesia, maupun kita lakukan tindakan Force Down, atau penurunan paksa," terang Jendral bintang satu itu.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun, dimana pada kegiatan ini juga dilakukan penilaian untuk mengetahui tingkat profesionalitas anggota TNI AU khususnya di Lanud Supadio.

Khusus untuk kegiatan hari ini, pihaknya melibatkan 4 unit pesawat tempur jenis Hawk 100/200 dan 200 prajurit TNI AU.

"jadi dari kegiatan tadi, saya melihat bahwa prajurit kita ini sudah memahami tugas, kewajiban, serta fungsinya masing - masing terkait apa, siapa, dan dimana dia harus bertindak," katanya.

Marsma Palito Sitorus pun menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dipihaknya.

Halaman
123
Penulis: Ferryanto
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved