Breaking News:

Jumadi Nilai Setiap Calon Kepala Daerah Punya Kalkulasi Politik

Ya hak setiap warga negara untuk mempersoalkan selama mempunyai alat bukti yang kuat, tentu KPU menolak juga punya dasar

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
IST
Pengamat Politik Untan, Dr. Jumadi, Ph.D 

PONTIANAK - Pengamat Politik Untan, Jumadi, Ph.D mengungkapkan jika setiap calon yang maju di Pilkada 2020 tentu mempunyai kalkulasi politik.

Berikut penuturannya.

Ya hak setiap warga negara untuk mempersoalkan selama mempunyai alat bukti yang kuat, tentu KPU menolak juga punya dasar, paling tidak kelengkapannya tidak memenuhi persyaratan.

Tapi jika menurut pribadi telah memenuhi persyaratan, ya silahkan menindaklanjutinya ke Bawaslu, maka tentu bawaslu akan memproses dan mempelajarinya.

Untuk calon perseorangan juga tergantung figur, parpol hanya kendaraan saja, justru sudah disahkan oleh KPU, mau perseorangan atau parpol kembali lagi soal strategi.

Walaupun calon yang diusung parpol tentu punya mesin politik yang jelas, parpol punya instrumen sampai ke bawah.

Kalau perseorangan tentu harus mampu membuka jaringan baik personal maupun dengan berbagai kelompok komunitas ditengah masyarakat.

Karena problem jalur perseorangan adalah dia tidak punya struktur jaringan seperti parpol, dan hanya mengandalkan kemampuan membangun relasi politik atau relawan politik.

Maka dari itu, baik maju jalur perseorangan ataupun lewat parpol tergantung figur, bisa kita lihat Pilkada yang lalu ada jalur perseorangan yang menang.

Aron berani maju tentu sudah ada kalkulasi, paling tidak barometer yang digunakan sebagai hitungan politik, misalnya menjadi menjadi anggota dewan, walaupun tidak juga bisa menjadi ukuran kekuatan utama karena pilkada tentu berbeda dengan pileg.

Paling tidak keberanian itu juga karena ada partai lain diluar Demokrat yang kemudian berani berkoalisi mendukung Aron.

Pilkada di Sekadau kali ini saya lihat cukup kompetitif, artinya petahana tidak bisa menganggap remeh pendatang baru, tapi tentu seperti Aron dan lainnya yang ingin maju juga perlu kerja keras.

Namun saya meyakini para bakal calon yang akan maju sudah mempunyai tolak ukur paling tidak survei internal untuk menjadi barometer.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved