Benarkah Virus Corona Lebih Banyak Membunuh Pria Dibanding Wanita? Ahli Beber Alasannya

Selain faktor biologis, gaya hidup dan penyakit yang dimiliki pria dan wanita juga memengaruhi tubuh merespons infeksi.

Benarkah Virus Corona Lebih Banyak Membunuh Pria Dibanding Wanita? Ahli Beber Alasannya
AFP/KAZUHIRO NOGI
Ilustrasi - Penumpang dari luar negeri menggunakan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona saat tiba di Bandara Internasional Haneda, 28 Januari 2020. Benarkah Virus Corona Lebih Banyak Membunuh Pria Dibanding Wanita, Ahli Beber Alasannya 

Benarkah Virus Corona Lebih Banyak Membunuh Pria Dibanding Wanita? Ahli Beber Alasannya

Wabah virus corona yang menjadi pandemik terus mengalami peningkatan baik dari jumlah kasus dan kematian secara global.

Tak hanya mewabah di Asia, tapi juga Eropa dan Timur Tengah.

Dilansir dari SCMP , hingga Rabu (26/2/2020) pagi tercatat ada 80.967 kasus, 2.763 kematian, dan 29.998 pasien yang sembuh.

Di China saja, total kematian ada 2.717 orang.

Sedangkan total kasusnya di China mencapai 78.159 kasus.

Di luar daratan China, negara terbanyak kasus coronavirus adalah Korea Selatan yang kasusnya tembus 1.146 kasus.

Wakil Menteri di Iran Positif Tertular Virus Corona, Video Konferensi Pers Terakhirnya Jadi Sorotan

Analisis kasus virus corona Wuhan atau Covif-19 yang dirilis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China telah menunjukkan bahwa virus ini sangat rentan menginfeksi orang lanjut usia (lansia).

Para peneliti mencatat, pasien yang terinfeksi Covid-19 antara pria dan wanita jumlahnya kurang lebih sama.

Namun, tingkat kematian karena Covid-19 ternyata lebih banyak ditemukan pada pria dibanding wanita, yakni 2,8 persen korban meninggal pria dan 1,7 persen wanita.

Halaman
1234
Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved