PMII Kalbar Tuding Pemerintah Pusat Halangi Pemekaran Kapuas Raya

Kadafi menegaskan bahwa pemerintah daerah Provinsi Kalbar sendiri sudah sangat siap, hal itu ditegaskan langsung oleh Gubernur H. Sutarmidji

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ilustrasi - Ketua PKC PMII Kalbar, Muammar Kadafi saat melakukan orasi dikantor pertamina di Kalbar belum lama ini. 

PONTIANAK - PKC PMII Kalbar melalui ketuanya, Mu'ammar Kadafi menuding jika pemerintah pusat menghalangi pemekaran Provinsi Kapuas Raya yang merupakan daerah timur dari Kalbar.

"PKC PMII Kalbar menilai pemekaran Kapuas Raya di hambat-hambat oleh pemerintah pusat, pasalnya gagasan pemekaran sudah lama di wacanakan, namun sampai saat ini belum terealisasi dan tidak ada kabar yang jelas dari pusat," kata Kadafi, Selasa (25/02/2020) sesuai rilia tertulis diterima Tribun.

"Itu diperkuat oleh statment jubir Presiden Fadjroel Rachman di sela-sela kegiatan Musrembang regional Kalbar kemaren, ini artinya pemerintah pusat memang tidak serius menyikapi pemekaran di wilayah timur Kalbar tersebut," tambah dia.

Kadafi menegaskan bahwa pemerintah daerah Provinsi Kalbar sendiri sudah sangat siap, hal itu ditegaskan langsung oleh Gubernur H. Sutarmidji bahwa dalam tahun ini akan dibangun Kantor Provinsi Kapuas Raya.

"Artinya pemerintah daerah sangat siap dengan segala operasional dan fisiknya," ujarnya.

PMII Kalbar Gelar PKL ke-III, Kadafi Titip Pesan Ini Pada Kader

Tambah juga, lanjutnya, baru-baru ini Bupati Sintang, Kapuas Hulu, Melawi, Sekadau, Sanggau juga deklarasi mendorong agar dipercepat proses pemekaran.

"Jadi pemerintah pusat menunggu apalagi, wong kami masyarakat di Kalimantan Barat semuanya sudah menunggu kehadiran Kapuas Raya," tuturnya.

Ia meyakini jika Kapuas Raya mekar maka pembangunan akan merata dan cakupannya luas, baik Infrastruktur, barang dan jasa bahkan sumberdaya manusianya.

"Tentu dengan adanya Provinsi baru memberikan angin segar kepada masyarakat pinggiran, akan banyak peluang kerja, UKMK dan lainnya," ungkap dia.

Apalagi, lanjut Kadafi, wilayah timur di Kalbar tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga, akan banyak peluang ekonomi kedepannya.

"Tambah lagi diperkuat dengan program Nawacita dari Bapak Jokowi membangun Indonesia dari pinggiran, jika pemekaran segera terealisasi maka pembangunan di Kalimantan akan merata," pungkasnya.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved